Breaking News
Loading...

New Design

Gallery

Post By Leable List

Recent Post

Saturday, August 15, 2020
no image

Makanan Khas Sumatera Utara oleh - susukotakultra.xyz

Halo sahabat selamat datang di website susukotakultra.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan Khas Sumatera Utara, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Ada banyak makanan khas sumatra salah satunya yang paling enak adalah Dekke Na Niura dan Saksang. Untuk makanan khas lainnya bisa dilihat dibawah ini.

Sumatera Utara adalah nama provinsi dengan banyak kota besar di dalamnya, termasuk diantaranya Medan yang juga merangkap sebagai ibukota provinsi Sumut.

Karena mayoritas penduduk Sumatera Utara adalah keturunan suku Batak, sehingga kebanyakan makanan khasnya dibuat dan dipengaruhi oleh orang-orang Batak.

Ciri khas utama masakan dari daerah dengan hari jadi tanggal 15 April 1948 ini adalah menggunakan buah andaliman yang memiliki rasa pedas getir.

Selain itu, olahan dari ikan dan daging tetap mendominasi, dan biasanya memiliki kuah.

Walaupun terdapat banyak sekali makanan dari daerah tersebut, namun MakananOlehOleh.com hanya akan memberikan 20 makanan khas yang kerap dibuat oleh suku Batak Toba tersebut.

Inilah ke-20 daftar makanan khas Sumatera Utara beserta gambar dan penjelasannya yang bisa dinikmati oleh para wisatawan.

Makanan Khas Sumatera Utara

Anyang Pakis

Makanan Khas Sumatera Utara

Di provinsi Sumatera Utara tepatnya di kabupaten Asahan, terdapat makanan khas daerah tersebut yang dinamakan dengan anyang pakis.

Makanan khas Sumatera Utara ini dibuat dari tanaman pakis atau tanaman paku kemudian diberi bumbu tambahan berupa kelapa hasil penyangraian.

Sekilas tampilannya mirip dengan urapan, namun penggunaan kelapa sangrai yang mirip serundeng menjadi pembeda antara keduanya.

Padahal walau ditilik lebih lanjut, bumbu yang digunakan sangatlah mirip, yakni ada daun jeruk, bawang merah, ketumbar, dan serai.

Masalah pembuatannya sangatlah gampang, karena rempah-rempah seperti daun jeruk dan teman-temannya di atas akan dihaluskan kemudian akan disangrai bersama parutan kelapa dan pakis tadi.

Namun sebelum dimasukkan ke dalam wajan berisi kelapa parut dan bumbu halus, pakis harus dikukus terlebih dahulu.

Jika ingin memperkaya menu isiannya, bisa juga dengan ditambahkannya tauge, daun pepaya, hingga kacang panjang bersama pakis yang juga harus dikukus dulu.

Makanan yang juga enak dikonsumsi tanpa nasi ini dapat ditemukan di pusat jajajan ramadhan di Jalan Imam Bonkol dan Jalan Rivai, namun saat bulan Ramadhan saja.

Walaupun pakis dan kelapa sangat melimpah di Asahan, namun jajanan tradisional ini justru diabaikan, sehingga hanya muncul saat bulan puasa atau acara tertentu saja.

Bika Ambon

Nama bika ambon yang disematkan pada makanan daerah Sumatera Utara ini dikarenaken dia adalah olahan bika yang sedikit dimodifikasi dengan jalan Ambon sebagai tempat pertama kali dijual dan dibuatnya makanan ini.

Jalan Ambon sendiri bukanlah jalan di kota Ambon-nya Maluku, melainkan ada sendiri di Medan.

Untuk lebih memperjelasnya, bika ambon merupakan sejenis kue yang dibuat dari adonan berupa tepung, santan, gula, dan kuning telur, namun nantinya akan difermentasi dengan menambah air nira.

Penggunaan air nira kelapa itulah yang membuatnya berbeda dan menjadi produk baru khas dari ibukota Sumatera Utara, Medan.

Bahkan menurut salah seorang penjualnya, untuk membuat bika ambon agar bisa mengembang sempurna, telur yang dipakai adalah telur ayam yang baru menetas satu hari dan penggunaan santannya, harus berasal dari kelapa pinggir pantai.

Tidak hanya itu, adonan yang telah dibuat nantinya harus melalui proses fermentasi air nira selama 7 jam agar benar-benar enak.

Baru setelah adonan lengkap telah dibuat, nantinya akan diberi perasa makanan dan dioven selama satu jam.

Kue khas Sumatera Utara dengan warna umum kuning ini dapat ditemui di jalan Majapahit, Medan Petisah, bahkan ada sekitar 30 sampai 40 toko yang menjualnya, khususnya sebagai oleh-oleh.

Lemang

Lemang adalah makanan khas Sumatera Utara yang dikatakan dibuat oleh bangsa Melayu, sehingga tersebar luas di Indonesia, Singapura, Malaysia, bahkan Brunei Darussalam.

Di Indonesia, khususnya Sumatera Utara adalah salah satu wilayah yang paling dikenal sebagai tempat termudah mendapatkannya, bahkan salah satu kotanya bernama kota Tebing Tinggi punya julukan 'Kota Lemang'.

Apa sih Lemang itu ? Lemang adalah makanan yang dibuat dari beras ketan yang telah bercampur dengan santan dengan proses pemasakan menggunakan perantara bambu.

Biasanya sebelum dimasukkan ke bambu, nasi ketan akan terlebih dahulu dibungkus oleh daun pisang atau memasukkan daun pisang dulu ke bambu baru dimasuki beras ketan.

Yang unik dari pemasakan lemang adalah cara membakarnya, karena biasanya bambu akan dibakar dengan posisi tegak ke arah bara api. Setelah matang lemang bisa disajikan dengan cara langsung dimakan atau diberi tambahan lauk.

Masyarakat Tanah Air sendiri kerap mengonsumsinya dengan cara memberi tambahan isian bercita rasa manis seperti kinca, serikaya, dan selai.

Namun ada pula yang menambahkan rendang, telur, serta lauk pauk lain, bahkan bisa dikonsumsi bersama buah seperti durian.

Rasa lemang original tanpa tambahan adalah rasa asin gurih karena ada santan yang merasuk ke beras ketan, bahkan terkadang ada yang menambahkan garam agar rasa dari makanan pokok Sumatera Utara ini lebih terasa.

Bihun Bebek

Di Medan terdapat sebuah kedai yang sederhana namun punya olahan bernama Bihun Bebek Asie yang disebut-sebut sebagai olahan bihun bebek paling mahal seantero Medan.

Harga satu porsinya saja bisa mencapai 60 ribu rupiah lebih, padahal hanya berisi satu mangkuk bihun dan daging bebek saja.

Tapi tunggu dulu, karena ada harga ada kualitas, pada satu mangkuknya, bihun bebek yang juga dikenal dengan nama bihun bebek kumango ini terdapat suwiran daging bebek yang melimpah bercampur kuahnya yan super enak.

Belum lagi rasa bihunnya yang khas menjadikannya tidak ada duanya di dunia ini.

Untuk membuat bihun, kedai tersebut menggunakan bahan dasar tepung beras yang dicampur dengan kanji, lalu dijadikan kecil-kecil seperti bihun pada umumnya.

Setelah selesai dimasak, bihun ini akan dimasukkan ke mangkuk yang juga diberi kaldu bebek dengan penampilan bening tanpa lemak atau minyak sedikitpun.

Agar semakin memukau, nantinya akan diberi daging bebek matang yang telah disuwir-suwir untuk menghiasinya bersama dengan taburan kucai.

Masakan yang terdapat di Jalan Kumango Medan ini punya rasa gurih yang nikmat, namun ada rasa asam yang samar-samar.

Soto Udang

Terdapat cerita unik dibalik ditemukannya soto udang, karena olahan soto ini ditemukan secara tak sengaja oleh para penjual soto.

Awalnya soto daging sapi adalah yang pertama dibuat dan dijual, namun kalangan Buddha dan Hindu di sana tidak mau mengonsumsi daging sapi.

Sebagai gantinya daging ayam menjadi alternatif, namun ternyata lambat laun diberi tambahan udang di dalam satu porsinya agar rasanya semakin enak.

Kini soto udang disajikan dengan suwiran ayam bakar dengan rasa kuah yang gurih dan ada aroma ayam bakar yang tercium harum.

Untuk membuatnya perlu bumbu rempah normal seperti pembuatan soto pada umumnya, yakni garam, serai, daun salam, daun jeruk, merica, dan daun bawang.

Serta ada tambahan bumbu halus dari bawang merah, ketumbar, bawang putih, jahe bakar, kunyit, dan lengkuas.

Dari bumbu tersebut akan dibuat kaldu ayam dari ayam yang akan digunakan sebagai soto. Di sisi lain, ayam yang telah direbus untuk menghasilkan kaldu, nantinya akan dipanggang, baru disuwir-suwir.

Sedangkan bumbu halus akan digunakan sebagai bumbu untuk memasak udang yang nantinya akan bercampur dengan kaldu ayam tadi dan hasil panggangan ayam.

Setelah dirasa matang, nanti akan disajikan dalam mangkuk serta ditaburi daun bawang di atasnya. Rasanya yang gurih akan dipadukan dengan renyahnya udang dan rasa khas ayam panggang, sehingga menambah kenikmatan soto ini.

Adanya udang juga akan menambah khazanah rasa sekaligus memberi tambahan gizi berupa protein hewani yang cukup tinggi.

Sayur Gurih Tauco

Olahan berkuah masih menjadi menu yang masuk dalam dua puluh daftar makanan khas Sumatera Utara ini, termasuk diantaranya adalaha sayur gurih tauco dari Medan.

Sayur ini memiliki kuah dari santan kemudian di dalam air ada udang dan daging sapi yang dibumbui dengan bumbu tauco. Karena adanya tauco, membuatnya berbeda dari kebanyakan sayur gurih.

Tidak hanya itu, penambahan tauco juga akan menghasilkan kuah yang berasa berbeda dari lainnya dan memiliki aroma yang khas.

Adanya tauco yang dibuat secara fermentasi ini menandakan bahwa sayur gurih mendapat pengaruh dari masakan China dan akan menghasilkan rasa pedas gurih yang menyelimutinya.

Rempah yang digunakan adalah bawang putih dan bawang merah yang dipotong lalu ditumis terlebih dahulu, baru dimasukkan cabai giling, cabai hijau, cabai merah, serai, lengkuas, dan jahe.

Setelah cabai layu dan ada aroma harum, udang dan daging sapi rebus dimasukkan sebelum memasukkan tauco.

Terakhir santan, merica, dan garam dimasukkan untuk menciptakan kuahnya, tunggu sampai matang, baru bisa disajikan.

Untuk memberi tambahan rasa sekaligus pengganjal perut, potongan lontong sayur dan ketupat bisa dimasukkan.

Belum lagi ada tambahan menu-menu masakan lain, seperti adanya telur rebus, buncis, nangka, kering tempe, serundeng, rendang, dan masih banyak lagi.

Kari

Kari bukanlah olahan dari Asia Tenggara, melainkan dari Asia Selatan tepatnya dari India dan kini telah meluas ke Indonesia.

Namun karena telah lama masuk Indonesia, terjadi pergantian bumbu-bumbu, sehingga kari akan terasa Indonesia banget.

Tercatat makanan yang juga disebut dengan kare ini memiliki rempah berupa ketumbar, merica, kunyit, jintan, cabai, paprika bubuk, kapulaga, kayu manis, cengkeh, adas manis, bunga lawang, daun salam koja, dan kelabet.

Biasanya kari akan disajikan bersama dengan kuah dibarengi dengan isian berupa sayur, daging, bahkan bihun.

Di Medan sendiri ada rumah makan yang selalu ramai saat jam makan siang bernama Rumah Makan Tabona yang terletak di Jalan Mangkubumi dengan menu utamanya adalah kari.

Di sana terdapat 3 varian kari yang kerap dijual, yaitu kari bihun, kari ayam, dan kari sapi. Rasanya yang enak membuat uang 26 ribu untuk membeli satu porsinya terasa tidak sia-sia dikeluarkan.

Selain itu, di sana akan disajikan menu pelengkap makanan yang dikenal luas di Jepang tersebut berupa kerupuk, sate, emping, dan lain-lain untuk menemani rasa kuah kari yang pedas gurih.

Kue Putu Bambu

Salah satu panganan tradisional di Medan adalah kue putu bambu yang terkenal dengan suara tuutt… saat penjualnya menjajakannya.

Panganan ini dibuat dengan tepung beras kemudian diisi dengan gula merah dengan aroma pandan yang sangat khas.

Rasanya sendiri sangat lembut dan legit saat masuk ke mulut, serta gula merahnya yang manis akan lumer di mulut.

Di Medan sendiri, kebanyakan orang menjualnya dengan membawa gerobak bersama dengan kue khas Medan lainnya berupa kue mayang medan dan ada juga klepon.

Untuk membuatnya terbilang unik, mengingat untuk membuatnya diperlukan cetakan berupa bambu yang ditaruh di kukusan.

Nantinya bambu tersebut akan diisi dengan tepung beras, kelapa, dan gula merah yang nantinya akan menimbulkan suara tuuut dari uapnya.

Harganya cukup mahal untuk satu buah kue putu, yakni mulai dari 1.000 sampai 1.700 rupiah per batangnya.

Namun dengan membeli dengan harga seperti itu, kita bisa mendapatkan panganan yang memiliki rasa premium dan itung-itung ikut melestarikan kue tradisional.

Bubur Pedas

Masyarakat Medan akan menjadikan bubur pedas sebagai salah satu menu buka puasa wajib, bahkan di beberapa masjid besar di daerah Medan pengurus masjid telah menyediakan makanan ini.

Sama halnya dengan bubur kebanyakan, bahan utama untuk membuatnya adalah beras yang kemudian diberi dengan daging dan sayur.

Lalu adanya rempah-rempah yang cukup banyak, tak terkecuali cabai membuatnya memiliki rasa pedas, namun lembut di mulut.

Kebanyakan bubur pedas hanya muncul saat bulan Ramadhan, yang bisa ditemui di masjid-masjid atau di pusat penjualan takjil di sudut kota.

Bubur pedas memang sama dengan bubur-bubur lain, namun rasanya yang pedas menjadi nilai lebih dan menjadi ciri-cirinya.

Tidak hanya daging dan sayur, bubur pedas juga bisa dihiasi dengan menu anyang, yaitu sayuran berupa pakis dan toge yang cara pengolahannya ditambah dengan udang kering, cabai, asam jeruk, dan kelapa kukur goreng.

Para warga lebih menyukai jika bubur ini diberi tambahan menu anyang karena akan menambah rasa enak.

Di bulan puasa salah satu yang menyediakan bubur pedas gratis untuk berbuka puasa bagi musafir dan jamaah adalah Masjid Raya Medan.

Arsik

Di Kawasan Tapanuli, ada yang namanya arsik ikan yang dibuat menggunakan bahan dasar ikan mas atau ikan-ikan lain.

Tapanuli yang notabene adalah kawasan pesisir, rasanya menggunakan ikan adalah salah cara tepat untuk meningkatkan nilai jual ikan.

Arsik sendiri yang ditemukan oleh suku Batak, punya nama lain yaitu ikan mas bumbu kuning karena memang dibuat dari bumbu kuning.

Namun tidak hanya ikan mas saja yang dijadikan bahan utama, karena ikan lain berupa ikan kakap dan ikan kembung, bahkan ada yang memakai daging babi tetap bisa menjadi pengganti ikan mas.

Dalam membuat arsik, memerlukan bumbu arsik yang dibuat dari perpaduan rempah-rempah seperti asam cikala atau buah kecombrang dan andaliman.

Selain itu untuk menciptakan warna kuning seperti namanya bumbu kuning, maka diperlukan lengkuas dan serai. Setelah itu, bumbu halus tersebut akan dilumurkan kedalam ikan yang dipakai secara merata.

Uniknya, dalam pembuatan makanan khas sumatera utara arsik, sisik ikannya tidak perlu dibuang.

Terakhir, ikan berbumbu tersebut sudah siap untuk digoreng pada api kecil sampai agak mengering.

Dengan rasa yang enak dari bumbunya yang meresap, arsik akan nikmat bila dimakan sebagai makanan utama atau dijadikan lauk untuk menemani nasi.

Naniura

Jika di Jepang ada yang namanya sashimi, yaitu ikan mentah yang bisa langsung dimakan yang biasanya diberi penyedap rasa berupa kecap asin, wasabi, dan parutan jahe.

Sedangkan di Sumatera Utara khususnya daerah Tapanuli, ada makanan yang mirip makanan asal Jepang tersebut dengan nama naniura.

Naniura adalah makanan dari ikan mas yang diasami, sedangkan yang membuatnya mirip sashimi adalah karena ikan tersebut tidak dimasak sama sekali.

Apakah bumbu asam ini bisa membuat masak ikan ? Tentu saja, karena ikan tersebut akan diolah secara kimiawi menjadi tidak amis dan membuat bumbu meresap kedalamnya.

Makanan asli Sumatera Utara ini ternyata dulunya adalah makanan untuk para raja dan bangsawan, salah satu pengonsumsinya adalah Raja Sisingamangaraja.

Bahkan orang yang bisa memasaknya haruslah para koki kerajaan yang sudah ahli untuk menyajikannya.

Namun, kini makanan tersebut telah dikonsumsi khalayak ramai dan bisa dibuat siapa saja. Rasa dari ikan akan terasa sangat ketir di mulut, sehingga masyarakat Tapanuli sering mengonsumsi dengan tuak (air nira) dan minuman bersoda.

Salah satu rumah makan yang menyediakannya cukup banyak, diantaranya adalah Rumah Makan Fly Over dan rumah makan lain yang menyediakan masakan Batak.

Natinombur

Natinombur merupakan olahan dari ikan yang disiramkan bumbu di atasnya, namun berbeda dengan naniura yang ikannya tidak dimasak, natinombur justru memasak ikannya.

Nama lain dari na tinombur adalah ikan tombur, karena dulunya masakan ini harus direbus dulu, sesuai arti nama dari tombur yakni rebus.

Menurut cerita, para nelayan yang mengarungi samudera ingin menyantap ikan dengan cara sederhana, sehingga saat ada ikan mereka membakarnya kemudian bumbunya direbus sebelum dihaluskan, baru ditaburkan ke atas ikan.

Cerita inilah yang menjadi asal-usul kata tombur, walaupun kini bumbu yang dimasak tidak direbus, melainkan ditumis.

Ikan terbaik untuk dijadikan natinombur adalah ikan mas dan mujair, walaupun jenis ikan lain seperti gurame dan nila merah juga bisa, namun rasanya akan berbeda.

Makanan dari suku Batak ini, kini dibuat dengan cara membakar atau menggoreng ikan terlebih dahulu baru diberi bumbu hasil tumisan. Rempahnya seperti bawang merah, kemiri, jeruk nipis, andaliman, dan jahe akan dicampur saat menumis.

Berkat adanya andaliman, rasa dari nitanombur adalah pedas getir ditambah dengan rasa ikan bakarnya yang nikmat dengan aroma khas dari hasil pembakaran.

Manuk Napinadar

Nama manuk napinadar mungkin terasa asing di telinga pecinta kuliner, mengingat karena jarang dijual di warung-warung atau rumah makan.

Bahkan di daerah asalnya, Sumatera Utara, manuk napinadar lebih sering disajikan hanya saat ada acara adat atau khusus. Olahan bernama napinadar ini merupakan olahan dari ayam kampung goreng atau panggang yang tersaji bersama bumbu dan sambalnya yang khas.

Walaupun terlihat seperti ayam panggang pada umumnya, namun pada napinadar terdapat satu bumbu yang membuatnya berbeda dengan olahan lain yang serupa, yaitu andaliman.

Rempah tersebut sering disebut merica batak karena ditempat lain sangat sulit untuk ditemui, namun subur di daerah Sumatera.

Selain itu, napinadar yang tradisional akan menggunakan darah ayam itu sendiri sebagai sambalnya, sedangkan kini penggunaan sambal darah diganti dengan kelapa gonseng atau mirip dengan serundeng.

Bumbu untuk memasak makanan adat Sumatera Utara ini ada berupa cabai merah atau cabai rawit, kemiri, kencur, bawang merah, bawang putih, asam, jahe, dan tak lupa andaliman.

Kesemua rempah tersebut harus terlebih dahulu dihaluskan sebelum disiramkan di atas ayam kampung yang telah dipanggang.

Rasanya adalah pedas dan getir berkat adanya cabai maupun andaliman, dengan aroma panggangan yang semerbak.

Karena dimasak dengan cara dipanggang, ayamnya tetap memiliki tekstur empuk dan memiliki rasa khas layaknya daging panggang lain.

Saksang

Jika napinadar adalah olahan dari ayam kampung yang bisa dilumuri darah, saksang juga olahan yang dibumbui darah, namun daging yang digunakan adalah daging babi, anjing, atau kerbau.

Namun terkadang, penggunaan darah dihilangkan dan diganti dengan bumbu sambalnya saja yang disebut dengan na so margota.

Uniknya, selain diberi hasil cincangan daging dan bumbu, saksang juga diberi dengan santan, berbeda dengan manuk napinadar.

Sedangkan bumbu yang digunakan adalah andaliman, cabai, merica, serai, bawang merah, ketumbar, bawang putih, daun salam, kunyit, lengkuas, jahe, dan jeruk perut yang dihaluskan bersama santan.

Makanan khas Sumateara Utara saksang yang dibuat oleh suka Batak-nya Sumatera Utara ini kerap disajikan dengan nasi, karena memang saksang disajikan sebagai lauk.

Untuk mendapatkannya bisa dengan mudah menemuinya di rumah makan di Medan atau lapo (kedai tradisional masyarakat Batak untuk makan minum). Selain itu di acara adat, kerap pula disajikan saksang, misalnya saat acara pernikahan.

Namun karena dibuat dari daging dan darah yang diharamkan untuk dimakan menurut islam, maka undangan atau tamu muslim tidak memakannya.

Tetapi ada juga yang menggunakan daging kerbau dan tanpa darah, sehingga dihalalkan bagi umat islam.

Rasa dagingnya sangat enak, belum lagi dengan adanya bumbu rempah yang melimpah yang merasuk sampai ke dalam daging.

Kolak Durian

Jika biasanya kolak dibuat dari ubi atau pisang, di Medan ada yang namanya kolak durian yang dibuat dari daging durian.

Penggunaan durian sendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai jual durian dan memanfaatkannya, karena durian cukup melimpah di Medan.

Satu porsi kolak durian tidak hanya berisi durian dengan airnya saja, melainkan ada tambahan lain berupa kolak pisang kepok, jagung manis rebus, gula aren, ketan putih hasil kukusan, dan santan.

Rasanya akan sangat manis di mulut karena jagung, pisang, dan durian adalah olahan yang punya rasa manis, belum lagi adanya gula aren yang membuat rasa manisnya bertambah kuat.

Salah satu produsen pembuat kolak durian adalah Kolak Durian "Mantap" yang menggunakan daging durian dari daerah Sidikalang yang telah dikenal rasa dan aromanya yang nikmat.

Selain "Mantap", banyak lagi penjual yang memasarkan kolak durian tersebut, mengingat banyak sekali peminatnya, khususnya saat bulan ramadhan.

Biasanya saat siang hari, banyak penjual yang datang di kampus Unversitas Sumatera Utara (USU) yang terletak di Jalan Doktor Mansyur.

Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, yakni mulai dari 8 ribu rupiah untuk satu porsinya yang telah diisi aneka jenis kolak.

Daun Singkong Tumbuk

Penggunaan daun singkong sebagai olahan khas daerah di Indonesia memang agak jarang didengar orang, namun di Medan mereka punya daun singkong tumbuk yang terbuat dari daun ubi kayu.

Penyebutan kuliner yang satu ini sangatlah beragam, tergantung dari daerah mana ia dibuat, mulai dari silalat, gule bulung gadung, dan parcak.

Untuk membuatnya cukup mudah, karena hanya perlu menyiapkan bumbu halus dari cabai merah, bawang merah, kunyit, dan bawang putih.

Lalu daun singkong yang menjadi bahan utamanya bisa dengan mudah diambil, namun diutamakan daun yang masih muda.

Kemudian diperlukan bahan-bahan lain yakni daun singkong yang telah diiris-iris kasar, lengkuas dan batang serai yang dimemarkan, irisan batang kecombrang, dan teh ebi yang telah diseduh, disangrai, dan dihaluskan.

Bahan lain adalah minyak, garam, dan santan. Memasaknya juga mudah, daun singkong dan garam direbus dulu, baru setelah matang ditiriskan dan ditumbuk halus.

Bumbu-bumbu di atas termasuk bumbu halus dan lengkuas bersama kawan-kawannya bisa langsung dimasak dengan minyak panas.

Terakhir daun singkong dan santan bisa dimasukkan bersama dengan bumbu yang terlebih dahulu masuk. Setelah matang, daun singkong tumbuk sudah bisa disajikan sebagai teman makan nasi.

Dengan bahan utama yang hanya daun singkong saja, kandungan serat olahan ini cukup tinggi. Selain kandungan itu, daya tarik lainnya adalah rasanya yang enak, mengingat bumbunya cukup beragam.

Sate Kerang

Jika biasanya sate dibuat dari daging sapi atau ayam, di Medan ada yang namanya sate kerang yang menggunakan kerang sebagai bahan utamanya.

Jika dilihat antara sate lain dengan sate ini memang tak banyak perbedaan, karena hanya dari dagingnya saja yang berbeda.

Kerang-kerang tersebut nanti akan ditusukkan ke dalam tusukan dengan jumlah 3 sampai 4 kerang. Dengan rasa yang unik dan berbeda dari kebanyakan, rasa-rasanya menikmati sate kerang adalah pilihan yang tepat.

Kini ada salah satu produsen dengan nama Sate Kerang Rahmat yang menjajakannya dengan metode modern, yakni dikemas dengan alumunium foil dengan kotak persegi.

Walaupun awalnya dibuat oleh ibunya, namun karena dia ingin mempopulerkan sate kerang, maka Rahmat Effendi mulai menjadikannya oleh-oleh khas Medan.

Olahan milik pak Rahmat ini memiliki tiga varian rasa berbeda, yakni original, manis pedas, dan pedas. Yang membuatnya berkualitas adalah penggunaan kerang bulu tanpa pasir sehingga bebas dari limbah di laut.

Namun untuk soal harga memang agak mahal, karena dibanderol mulai 11 ribu sampai 22 ribu per kotaknya. Untuk bisa mendapatkannya, datang saja ke tempat produksinya yang beralamatkan di Jalan Kruing No. 3D.

Sambal Tuktuk

Sambal tuktuk adalah panganan dari daerah Tapanuli berupa olahan sejenis sambal yang dibuat menggunakan ikan aso-aso (ikan kembung yang dibuat dari proses pengeringan).

Penggunaan ikan untuk membuatnya adalah karena melimpahnya ikan di daerah pesisir Tapanuli.

Walaupun bahannya hampir serupa dengan bahan pembuatan sambal pada umumnya, namun adanya andaliman membuatnya berbeda, termasuk rasanya.

Selain ikan aso-aso yang akan digunakan untuk membuatnya, ada pula ikan teri tawar yang dijadikan sebagai alternatif bila ikan kembung tidak ditemukan.

Bahan yang digunakan untuk membuat sambal khas Sumatera Utara ini adalah ikan aso aso atau ikan teri, andaliman, kemiri, bawang merah, bawang putih, garam, cabai merah, cabai merah keriting, dan jeruk nipis.

Dalam proses pembuatannya, cukup dengan menggoreng ikan sampai matang lalu disuwir-suwir. Bahan seperti bawang, andaliman, kemiri, dan bawang setelah itu bisa disangrai sampai berbau harum.

Setelah itu, kesemua bahan yang telah disangari dhaluskan dan ditambah dengan hasil suwiran ikan, tambahkan pula garam, jeruk nipis, dan penyedap rasa agar rasanya semakin enak.

Pedasnya yang sangat dominan akan terasa lezat bila bercampur dengan daging ikan yang enak dan bergizi.

Dali ni Horbo

Makanan tradisional Sumatera Utara dengan nama dali no horbo merupakan olahan dari susu kerbau yang dimasak sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk susu yang menggumpal seperti keju.

Jika keju dibuat dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu, dali justru dibuat dengan cara tradisonal tanpa bantuan bahan kimia apapun.

Selain disebut dengan dali, keju batak tersebut kerap disebut dengan bagot ni horbo karena bagot berarti susu sesuai bahan utamanya.

Penggunaan susu kerbaunya juga tidak asal-asalan, karena yang akan diambil hanya dari induk kerbau yang baru melahirkan anak dengan umur 1 bulan.

Begitu pula dengan proses memerahnya yang hanya dilakukan saat pagi hari saja dan setelah 5 bulan diperah, bulan selanjutnya tidak lagi diperah.

Umumnya, untuk membuat makanan asal Sumatera Utara ini hanya memerlukan susu kerbau bersama dengan air nenas dan air hasil perasan daun pepaya.

Susu kerbau nantinya akan direbus sampai benar-benar mendidih, saat itu biasanya perapian akan dikecilkan lalu ditambah dengan perasaan air nenas.

Tujuan penggunaan air nenas adalah agar susu kerbau lebih mudah mengental, sedangkan air daun pepaya untuk menghilangkan bau amis susu. Setelah air nenas masuk, baru diberi air daun pepaya sampai susu mendidih.

Baru kali ini dali no horbo sudah siap untuk disajikan di atas piring, bila ingin membelinya cukup membayar 10 sampai 20 ribu rupiah saja.

Sebagai makanan khas dan dibuat dengan cara tradisional, uang sekecil itu tidak ada apa-apanya dari keju, padahal rasanya hampir mirip, yakni gurih.

Mie Gomak

Mie gomak merupakan olahan mie yang berasal dari Batak Toba dengan bahan baku pembuatannya adalah mie lidi.

Penamaannya dengan sebutan mie gomak bukan tanpa alasan, karena dulunya mie ini dibuat dengan cara digomak-gomak atau digenggam dengan tangan, walaupun kini tidak lagi dibuat dengan cara seperti itu.

Bahkan mie tersebut mendapat sebutan spagetti batak karena mirip dengan olahan mie spagetti asal Negeri Pizza, Italia.

Selain itu, mie ini memiliki dua varian, yakni basah dengan ciri khasnya memiliki kuah yang gurih dan goreng yang dibuat dengan cara digoreng.

Akan tetapi, kebanyakan mie gomak lebih dikenal dengan jenisnya yang basah alias berkuah. Biasanya setelah mie lidi direbus, nantinya akan diberi kuah berkaldu ayam yang diberikan bumbu saus dan diisi dengan sayuran.

Seperti kebanyakan olahan Sumatera Utara, mie gomak juga memiliki rasa pedas dan ada tambahan bumbu andaliman yang semakin mempertegas rasa pedasnya.

Untuk satu mangkuk mie gomak, dihargai cuma 5 ribu rupiah yang bisa ditemukan di kedai pinggir jalan hingga sekolah-sekolah.

Karena biasanya disantap dengan bakwan, kerupuk, atau mendowan, kamu juga bisa membeli lauk tersebut agar semakin mantap rasanya.

Di atas adalah 20 makanan khas Sumatera Utara, mulai dari Medan hingga Tapanuli yang paling enak dan terkenal.

Bila kamu berkunjung ke provinsi yang berdekatan dengan Aceh Darussalam tersebut, jangan lupa untuk mencicipinya di warung atau toko terdekat.

Tidak hanya masakan modern dengan pengemasan mutakhir, namun banyak pula masakan-masakan tradisional yang tidak ada di daerah lain.

Jadi sangat cocok bila menjadikannya sebagai oleh-oleh atau sekedar menjadi makanan maupun cemilan saat ada di Sumatera Utara.



Tags: makanan khas sumatera utara, makanan khas sumatra utara, makanan sumatera utara, makanan khas sumut, makanan khas daerah di indonesia dan penjelasannya, makanan khas daerah sumatera utara, makanan tradisional sumatera utara, gambar makanan khas sumatera utara

Itulah tadi informasi mengenai Makanan Khas Sumatera Utara dan sekianlah artikel dari kami susukotakultra.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, August 9, 2020
no image

Makanan Khas Batak oleh - susukotakultra.xyz

Halo sahabat selamat datang di website susukotakultra.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan Khas Batak oleh - susukotakultra.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Apa saja sih makanan khas batak itu? Nah bagi yang belum tahu simak penjelasanya makanan khas batak dibawah ini.

Jika kita berkunjung ke suatu tempat memang tidak lengkap manakala tidak mencoba makanan khasnya.

Sama halnya ketika sedang berkunjung ke Batak maka akan sangat kurang lengkap manakala tidak mencicipi makanan khas Bataknya.

Banyak sekali jenis makanan Sumatera Utara yang lezat dan nikmat. Batak merupakan salah satu suku yang ada di Sumatera Utara. Makanan khas Batak sangat banyak sekali jenisnya.

Nah jika anda sedang berada di Batak atau sedang berencana untuk berkunjung ke Batak maka jangan melewatkan beberapa daftar makanan khas Batak.

Lihat juga Makanan Khas Sumatera yang Enak

Disini makananoleholeh.com akan memberikan 10 makanan khas batak yang wajib dicoba karena sudah dirangkum dengan rasa yang nikmat.

Makanan Khas Batak yang Lezat dan Nikmat

Bika Ambon

Makanan Khas Batak

Sekilas mendengar namanya kita akan mengira jika Bika Ambon berasal dari Ambon.

Nah makanan ini disesuaikan dengan nama jalan yang menjual makanan ini pertama kalinya yaitu jalan Ambon. Jalan Ambon ini bukan jalan yang ada di kota Ambon Maluku melainkan nama jalan yang ada di Medan.

Bika ambon merupakan sejenis kue yang dibuat dari adonan berupa tepung, santan, gula, kuning telur yang kemudian akan difermentasi dengan air nira. Nah air nira inilah ternyata yang membuat bika ambon berbeda dengan makanan lainnya.

Anyang pakis

Di provinsi Sumatera Utara tepatnya di Kabupaten Asahan terdapat kuliner khas Batak yang disebut dengan anyang pakis.

Anyang pakis merupakan makanan yang dibuat dari tanaman pakis atau tumbuhan paku yang kemudian diberi tambahan berupa kelapa hasil penyangraian.

Jika dilihat sekilas anyang pakis ini mirip dengan urapan, akan tetapi penggunaan serundenganya yang membedakan. Untuk rasanya jangan ditanya lagi sudah pasti siap menggoyang lidah anda semua.

Lemang

Lemang ini merupakan makanan dari Sumatera Utara yang cukup terkenal. Lemang ini merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang sudah dicampurkan dengan santan dan proses masaknya juga menggunakan perantara bamboo sehingga semakin menjadikan lemang ini unik.

Masyarakat Tanah Air sendiri kerap mengonsumsinya dengan cara memberi tambahan isian bercita rasa manis seperti kinca, srikaya, dan selai.

Namun ada pula yang menambahkan rendang, telur, serta lauk pauk lain, bahkan bisa dikonsumsi bersama buah seperti durian.

Sayur Gurih Taucho

Sayur gurih taucho ini merupakan sayur dengan kuah dari santan yang kemudian terdapat udang serta daging sapi yang sudah diberi bumbu taucho.

Keberadaan taucho inilah yang membedakan dengan jenis sayur lainnya. Bukan hanya itu saja, penambahan taucho ini juga menghasilkan kuah yang memiliki aroma khas.

Rempah yang digunakan diantaranya bawang putih serta bawang merah yang sebelumnya sudah dipotong kemudian ditumis baru diberi cabai giling, cabai merah, serai lengkuas serta jahe.

Kue Putu Bambu

Kue putu bambu merupakan kue yang cukup terkenal di kota Medan, makanan ini dibuat dari tepung beras kemudian diisi menggunakan gula merah dan aroma pandan yang sangat khas.

Terkait dengan rasanya kue putu bambu ini memiliki rasa yang sangat lembut bercampur dengan legit ketika masuk ke mulut dan juga gula merahnya akan manis serta lumer dalam mulut.

Kue putu bamboo ini kebanyakan dijual dengan menggunakan gerobak bersama dengan kue khas Medan lainnya berupa kue mayang medan serta ada juga klepon.

Harganya juga sangat murah dimana satu putu hanya 1.000 hingga 1.700 rupiah untuk setiap batangnya.

Naniura

Nah naniura ini merupakan makanan dari suku Batak yang mirip dengan sashimi di Jepang. Naniura merupakan makanan dari ikan manis yang sudah diasami dan cara pembuatannya mirip dengan sashumu dikarenakan ikannya sama sekali tidak dimasak.

Kemudian akan timbul pertanyaan apakah bumbu asam bisa membuat ikan masak? Sangat bisa hal ini dikarenakan ikan akan diolah secara kimiawi sehingga menjadikannya tidak amis serta membuat bumbunya bisa meresap ke dalamnya.

Rasa yang dihasilkan sangat ketir sehingga banyak masyarakat Tapanuli kerap mengonsumsi bersama dengan tuak serta minuman bersoda.

Natinombur

Berbeda dengan nanimura, natinombur ini adalah olahan ikan yang bumbunya langsung ditaruh diatasnya akan tetapi ikan yang digunakan yaitu ikan masak.

Menurut cerita yang beredar, dahulu para nelayan yang akan mengarungi Samudra akan memasak dengan cara sederhana sehingga mereka hanya membakarnya dan bumbunya dihaluskan sebelum dibalurkan ke atas ikan.

Nah cerita ini yang akhirnya menjadi asal-usul dari kata tombur. Meskipun kini bumbunya dimasak dengan cara yang berbeda yaitu ditumis.

Ikan mas serta mujair merupakan jenis ikan yang paling baik dijadikan natinombur meskipun ikan gurame serta nila bisa juga namun akan menghasilkan rasa yang berbeda.

Untuk pembuatannya makanan satu ini bisa dibuat dengan cara dibakar atau digoreng terlebih dahulu ikannya kemudian diberi hasil tumisan.

Saksang

Saksang merupakan makanan dari olahan daging babi, anjing, kerbau yang kemudian dibumbui dengan darah.

Akan tetapi kini penggunaan darahnya dihilangkan dan diganti dengan bumbu sambal yang dikenal dengan nama so margota.

Yang membuat unik selain diberi hasil cincangan daging serta bumbu, saksang juga diberi dengan santan.

Selain itu bumbu yang digunakan antara lain andaliman, cabai, serai, merica, bawang merah, ketumbar, bawang putih, daun salam, kunyit, lengkuas, jahe, jeruk purut dan dihaluskan bersama dengan santan.

Makanan khas dari Suku Batak ini biasanya disajikan dengan menggunakan nasi. Rasa dagingnya sangat enak, belum lagi dengan adanya bumbu rempah yang melimpah yang merasuk sampai ke dalam daging.

Kolak Durian

Nah jika kita sering menikmati kolak dari ubi atau pisang kali ini ada namanya kolak durian.

Penggunaan durian memang sengaja dipilih untuk memanfaatkan durian yang cukup banyak di Medan.

Satu porsi kolak durian bukan hanya berisi durian serta airnya saja melainkan juga diberi tambahan berupa pisang kepok, jagung manis rebus, gula aren, ketan putih serta santan.

Rasanya akan sangat manis di mulut karena jagung, pisang, dan durian adalah olahan yang punya rasa manis, belum lagi adanya gula aren yang membuat rasa manisnya bertambah kuat.

Daun Singkong Tumbuk

Penggunaan daun singkong sebagai olahan khas dari Indonesia memang masih asing terdengar, akan tetapi Medan memiliki olahan daun singkong tumbuk yang terbuat dari daun ubi kayu.

Kuliner ini memiliki sebutan yang cukup beragam ada yang diberi nama silalay, gule bulung gadung serta parcak.

Cara pembuatannya cukup mudah yaitu hanya perlu menyiapkan bumbu halus dari cabai merah bawang merah, kunyit, dan bawang putih. Lalu daun singkong yang menjadi bahan utamanya bisa dengan mudah diambil, namun diutamakan daun yang masih muda.

Setelah itu diperlukan beberapa bahan lain yaitu daun singkong yang sudah diiris kasar, lengkuas serta batang serai yang sudah dimemarkan, irisan batang kecombrang, dan teh ebi yang telah diseduh, disangrai, dan dihaluskan.

Terkait dengan rasanya sudah pasti nikmat dan menggoyang lidah.

Lihat juga Makanan Khas Lampung Yang Enak

Itulah 10 daftar makanan khas Batak yang patut masuk dalam list daftar kuliner anda semua. Selamat menikmati.



Tags: makanan khas batak, cara buat naiura khas batak, gule parcak, makanan khas daerah batak, bahasa bataknya anyang pakis, makanan anyang khas orang batak, Babi masuk bumbu natinombur, khas batak

Itulah tadi informasi mengenai Makanan Khas Batak oleh - susukotakultra.xyz dan sekianlah artikel dari kami susukotakultra.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tuesday, July 28, 2020
no image

Makanan Khas Malang oleh - susukotakultra.xyz

Halo sahabat selamat datang di website susukotakultra.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan Khas Malang oleh - susukotakultra.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Malang adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur yang terletak 90 km di sebelah selatan Surabaya.

Dari segi geografis dan perkembangan kotanya, Malang mempunyai kemiripan dengan Bandung.

Selain itu, hawa sejuk kota Malang juga selalu mengundang keinginan setiap orang dari berbagai pelosok untuk memanjakan diri kala liburan tiba.

Berbicara tentang keindahan kota Malang, jangan sampai kita melupakan kenikmatan kuliner khasnya juga.

Lihat juga makanan khas semarang

Kota Malang mempunyai banyak sajian kuliner yang bisa menambah keseruan para pengunjung yang datang untuk mengisi momen liburannya.

Bahkan, setiap pengunjung bisa melakukan wisata kuliner menggunakan angkutan pariwisata bernama Bus Macyto atau Malang City Tour ke beberapa spot yang menjajakan kuliner khas Malang.

Setidaknya, ada belasan makanan khas Malang yang wajib dicicipi oleh para wisatawan.

Disini MakananOlehOleh.com telah membuat daftarnya berikut ini.

Makanan Khas Malang yang Enak

Bakso Malang

Makanan Khas Malang

Bakso menjadi salah satu ikon kuliner kota Malang yang telah menggurita penjualnya hingga ke berbagai kota-kota di Indonesia.

Bakso khas Malang bagaikan primadona di bumi pertiwi. Mulai dari pedagang kaki lima, kios, kedai, warung, depot, bahkan restoran di kota-kota besar di Indonesia ada yang menjadikan bakso malang sebagai menu utamanya.

Dalam satu mangkuk bakso malang, terdapat beragam isian. Selain bakso, ada juga tahu putih atau kulit, pangsit isi, tauge, mie, bihun, dan siomay.

Penggunaan bumbu yang tepat bisa menciptakan kelezatan pada kuah bakso sehingga mampu membangkitkan selera.

Agar lebih mantap, biasanya orang menyantap bakso malang bersama sambal cabai yang bisa menyengat lidah.

Orem-orem

Kota Malang dikenal akan produksi tempenya yang masif. Oleh karena itu, adalah wajib mencoba makanan khas Malang yang terbuat dari bahan dasar tempe khas Malang.

Orem-orem adalah salah satu contoh kuliner asli Malang yang menggunakan bahan dasar sajian berupa tempe. Dahulu, orem-orem hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu, biasanya ketika pernikahan dan syukuran.

Masuk ke pertengahan tahun 1980, orem-orem mulai dijual di warung-warung makan tradisional.

Orem-orem merupakan hidangan berkuah yang menyajikan irisan tempe goreng yang sudah dibumbui bersama ayam.

Penyajian orem-orem dilakukan di dalam mangkuk yang berisikan irisan tempe, ayam, dan kuah kental yang gurih dari santan.

Rasa dari kuah orem-orem mirip seperti sayur lodeh, tapi lebih pedas dan bisa ditambah dengan kecap manis serta sambal.

Agar makanan ini lebih mengenyangkan perut, maka warga Malang kerap menyantapnya bersama ketupat dan tauge.

Bakso Bakar

Saat ini orang yang meskipun tidak mempunyai latar belakang yang kuat di bidang kuliner bisa melakukan kreasi pada beragam bahan pangan untuk dijadikan makanan yang unik dan khas.

Seperti di Malang, ada bakso bakar yang kian hari dianggap sebagai makanan khas Malang yang terkenal.

Pertama kali bakso bakar diperkenalkan oleh Soeparman, biasa dipanggil pak Man, lewat warung Bakso Bakar Pak Man miliknya yang berlokasi di Jl. Diponegoro No. 19 A, Malang.

Kehadiran warung bakso milik pak Man menambah ensiklopedia kuliner kota Malang. Bakso bakar yang disajikan oleh pak Man mempunyai ragam cita rasa, dari bakso rebus hingga bakar ada, tapi yang paling digemari adalah bakso bakarnya.

Alasannya, bakso yang dibakar mengeluarkan aroma yang lebih sedap. Selain itu, pak Man juga memberikan level kepedasan pada bakso bakarnya, mulai dari yang tidak pedas, sedang, hingga sangat pedas.

Cwie Mie

Cwie mie adalah kuliner peranakan Tionghoa yang tersebar luas di sekitaran kota Malang. Saat ini, nama cwie mie mulai berganti sebutan menjadi pangsit mie.

Alasan pengubahan naam cwie mie menjadi pangsit mie dikarenakan pangsit yang selalu hadir mendampingi mie.

Di Malang cukup banyak depot pangsit mie yang berdiri, seperti Depot Sawahan, Depot Lima Satu, Depot Gang Jangkring, Pangsit Mie Bromo Pojok, Depot Gajah Mada, dan Pangsit Mie Dempo.

Sebagian besar depot menyajikan mie yang dibuat sendiri dengan metode tradisional hingga modern. Ukuran mie untuk cwie malang cenderung kecil. Cwie mie disajikan bersama ayam yang sudah dicacar, kuah, dan taburan daun bawang.

Tampilan makanan khas Malang ini sangat sederhana, tapi rasanya bisa bikin ketagihan. Biasanya cwie mie dimakan bersama menu pendamping yang dijual terpisah, seperti siomay, tahu isi, dan bakso udang goreng.

Soto Lombok

Soto lombok adalah makanan asli kota Malang, jadi sudah jelas kalau makanan ini bukanlah kuliner khas Lombok. Selain itu orang juga menganggap kalau lombok yang melekat pada namanya menggambarkan rasa dari makanan ini yang pedas.

Padahal, lombok pada nama makanan ini merujuk pada lokasi warung sotonya yang berada di Jl. Lombok. Warung soto lombok sudah berdiri sejak tahun 1955. Di warung tersebut pembeli bisa menikmati cita rasa khas dari soto lombok.

Lihat juga makanan khas jogja

Soto lombok berbeda dari soto-soto lainnya. Biasanya dalam satu mangkuk soto lombok terdiri dari ragam isian seperti kentang, daging ayam kampung, tauge, telur rebus, dan irisan kol.

Selain itu pada bagian kuahnya yang kental ditambah dengan taburan koya yang meningkatkan kelezatannya. Penyajian soto lombok biasa ditemani dengan beragam jenis kerupuk yang ukurannya besar-besar.

Nasi Buk

Nasi buk bukanlah kuliner asli kota Malang, tetapi dari daerah Madura. Dikarenakan penjualnya banyak ditemui di Malang [penjualnya keturunan Madura], jadi orang beranggapan kalau nasi buk adalah makanan khas kota Malang.

Nasi buk sendiri berasal dari desa Banjeman Bangkalan, Madura. Istilah buk pada makanan ini dialamatkan untuk wanita Madura.

Nasi buk adalah makanan berat yang terkenal akan rasanya yang khas dan mantap, lauknya yang bermacam-macam jenis, sayur lodehnya yang enak, hingga dendengnya yang gurih.

Adapun pelengkap yang bisa dipilih sebagai pendamping antara lain lodeh tewel, lodeh bung, mendol, bakwan jagung, ayam goreng, empal, jantung, limpa, usus, paru, babat, dan rempelo ati. Biasanya penduduk Malang menyantap nasi buk sebagai menu sarapan.

Pecel Pincuk

Penduduk kota Malang yang sudah diterpa lapar biasanya mencari pelarian ke warung-warung makan tradisional yang menjajakan pecel pincuk. Pecel pincuk merupakan hidangan favorit berisikan sayuran yang disajikan di atas pincuk.

Untuk kamu yang tidak tahu apa itu pincuk, pincuk adalah daun pisang yang digunakan sebagai alas pecel yang ditusuk dengan lidi pada salah satu sisinya.

Pecel pincuk berisikan aneka komposisi standar yang nikmat dan mengenyangkan seperti sayuran bayam, kacang panjang, tauge, dan yang tak lupa adalah guyuran sambal kacang.

Selain itu juga ada tambahan lain yang menjadi pembeda antara pecel pincuk khas Malang dengan pecel-pecel di daerah lain seperti irisan mentimun, daun kemangi, dan remahan rempeyek kacang.

Untuk lauknya bisa berupa telur dadar, tempe goreng, tahu goreng, atau gorengan bakwan.

Sop Sumsum

Sop adalah makanan berkuah yang biasa dikreasikan dengan beragam bahan pangan dan bumbu sehingga menghasilkan hidangan yang selalu melekat di lidah setiap orang.

Di Malang ada satu jenis sop yang terkenal, yakni sop sumsum. Salah satu penjual sop sumsum yang terkenal enak di Malang bisa dirasakan di Sop Sumsum Pak Kayin yang berada di Jl. Cengger Ayam 1 No. 10.

Sop yang disajikan bukan cuma berisikan sayuran segar dan kuah kaldu yang nikmat, tetapi juga tulang sapi dengan sumsum yang siap diseruput.

Sop sumsum milik pak Kayin menjadi pelopor pertama di Malang sehingga tak heran jika warungnya selalu ramai pembeli yang ingin mencicip kelezatan dari sopnya.

Rasa sop yang tidak mengecewakan lidah sudah bisa diperoleh dengan beragam harga, tergantung varian sop sumsum yang dipilih. Ada sop sumsum seharga 20 ribuan, sop sumsum istimewa seharga 25 ribuan, dan sop sumsum tulang kecil seharga 15 ribuan.

Sate Kelinci

Apakah kamu pernah mengunyah bagaimana cita rasa dari daging kelinci? Jika belum, saat bertandang ke Malang, jangan sampai melewatkan salah satu makanan khas Malang berupa sate kelinci.

Sate kelinci menjadi sajian kuliner yang selalu menjadi incaran para wisatawan yang datang ke Malang, terutama ke kota Batu.

Di sepanjang jalan yang menghubungkan Malang â€" Batu, ada banyak restoran atau rumah-rumah makan yang menjajakan menu sate kelinci.

Dilihat dari tampilannya, tak ada yang berbeda antara sate kelinci dengan sate daging hewan lainnya. Selain itu juga dari bumbu, sate kelinci hanya menggunakan bumbu kacang di mana banyak jenis sate yang juga menggunakan bumbu kacang.

Tapi yang menjadikannya lebih istimewa adalah penggunaan daging hewan yang tak biasa, yakni daging kelinci. Sate kelinci biasanya disajikan bersama lontong atau nasi hangat.

Bakso Bakwan

Malang memang terkenal akan baksonya yang melegenda. Dari sekian banyak jenis bakso, ada bakso bakwan yang menjadi alternatif untuk mereka yang sudah bosan makan bakso bakwan atau cwie mie.

Bakso bakwan adalah makanan khas Malang yang menghidangkan bakso dengan isian lebih komplit dibanding bakso khas Malang lainnya.

Dalam semangkuk bakso bakwan terdapat beragam isian seperti bakso urat, bakso goreng, bakso halus, bakwan rebus, tahu rebus, dan pangsit.

Yang beda dari bakso bakwan dengan bakso-bakso lain mungkin ketidakhadiran mie kuning atau bihun putih.

Untuk kuahnya bakso bakwan menggunakan kuah kaldu sapi asli sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih gurih, segar, dan menggugah selera.

Tempe Mendol

Mendol adalah salah satu varian tempe yang terkenal di Malang. Tempe mendol atau tempe penyet adalah makanan tradisional khas Malang berbahan dasar tempe yang diolah dengan ragam jenis bumbu sehingga menghasilkan panganan dengan cita rasa yang gurih.

Biasanya tempe mendol diolah untuk menjadi lauk pecel dan rawon, tapi ada juga orang yang suka menyantap tempe mendol tanpa disertai menu lain.

Satu hal yang perlu kamu tahu, tempe mendol ini dibuat dari tempe yang warnanya sudah agak kehitaman alias agak basi.

Meskipun demikian, jangan kamu anggap makanan ini tidak menyehatkan. Namun masalahnya, saat ini penjual tempe mendol sudah berkurang sehingga masyarakat Malang terbiasa membuat sendiri di rumah jika ingin mengobati kerinduannya dengan makanan tradisional satu ini.

Angsle

Suhu kota Malang yang terkadang membuat tulang terasa seperti ditusuk bisa diatasi dengan mencicip hidangan hangat semacam angsle.

Angsle adalah makanan khas Malang yang berupa wedang hangat. Wedang angsle biasanya ramai ditemui saat malam tiba.

Wedang dalam khazanah kuliner Jawa sendiri dialamatkan untuk segala bentuk minuman panas yang terbuat dari air yang direbus bersama jahe, serai, dan gula jawa.

Bagi pecinta minuman hangat, mungkin akan teringat dengan sekoteng setelah meneguk secangkir angsle.

Cita rasa angsle yang dihasilkan dari jahe begitu khas. Selain itu isian dari angsle seperti roti, kacang tanah sangrai, dan kacang hijau rebus juga mirip dengan sekoteng.

Tapi perbedaan yang dimiliki oleh angsle yakni penyajiaannya bersama petulo atau putu mayang, ketan putih kukus, dan tape singkong.

Tahwa

Selain angsle, Kota Apel [julukan untuk kota Malang] juga mempunyai hidangan segar yang bisa membantu mengatasi tubuh yang kedinginan akibat hawa sejuk kota Malang. Hidangan tersebut adalah tahwa.

Tahwa tidak berbentuk seperti minuman, melainkan makanan ringan yang mempunyai kuah hangat. Menurut Merdeka, Tahwa adalah makanan peranakan Tionghoa yang sudah masuk ke Indonesia sejak lama

Tahwa juga kerap disebut dengan kembang tahu oleh masyarakat Indonesia, terutama di Malang. Hidangan ini berisikan tahu lembut yang bisa lumer di mulut yang direndam dalam kuah dari campuran jahe dan gula merah.

Lihat juga makanan khas sunda

Saat sesuap kembang tahu masuk ke mulut menuju organ pengolah makanan di tubuh, terlebih dahulu tahwa menciptakan kehangatan di tenggorokan. Hidangan tradisional ini selalu ramai dibeli saat malam hari. Harga dari tahwa hanya dijual 4.000 rupiah saja.

Kota Wisata [julukan kota Malang] memang bisa dijadikan destinasi yang tepat untuk melepaskan rasa penat akibat rutinitas yang saban hari dilakukan.

Mulai dari kondisi alamnya yang elok, penduduknya yang ramah, iklimnya yang sejuk, situs-situs sejarahnya yang menyimpan segudang cerita, hingga makanan khas Malang.

Kota Malang sangat cocok disambangi sebagai tempat pelarian dari beban pekerjaan yang kerap datang tanpa permisi.



Tags: makanan khas malang, Maka, distributor rempeyek magelang, makanan khas kota malang, makanan khas daerah Malang, masakan ayam kampung khas malang, bakwan malang, kuliner khas malang

Itulah tadi informasi dari joker123 mengenai Makanan Khas Malang oleh - susukotakultra.xyz dan sekianlah artikel dari kami susukotakultra.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020
no image

Makanan Khas Sulawesi oleh - susukotakultra.xyz

Halo sahabat selamat datang di website susukotakultra.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan Khas Sulawesi oleh - susukotakultra.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sulawesi adalah pulau yang berada di sebelah timur Indonesia, tepatnya terletak di antara pulau Kalimantan di sebelah barat dan Kepulauan Maluku sebelah di sebelah timur.

Penduduk pulau Sulawesi rata-rata didominasi oleh suku Bugis-Makassar yang kebanyakan dari mereka adalah pedagang.

Di pulau Sulawesi terdapat 6 buah provinsi, yakni provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.

Pulau Sulawesi termasuk pulau yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Keindahan alam dan laut pulau Sulawesi menimbulkan daya tarik yang begitu kuat sehingga membuat sekian banyak orang berbondong-bondong datang ke pulau tersebut.

Selain keindahan pariwisatanya, pulau Sulawesi juga terkenal dengan suguhan kuliner yang beragam dan khas.

Jika kamu berencana untuk menyambangi Sulawesi, jangan sampai melewatkan salah satu makanan khas Sulawesi yang MakananOlehOleh.com tampilkan berikut ini.

Makanan Khas Sulawesi

1. Coto Makassar

Makanan khas Sulawesi bernama coto merupakan makanan dengan bahan dasar berupa jeroan sapi yang dibuat dengan cara direbus dengan waktu lama.

Sama halnya dengan soto, coto juga memiliki kuah dengan warna cokelat bercampur dengan irisan daging sapi, bahkan ada tambahan lain seperti jantung, babat, dan hati sapi.

Untuk memberikan rasa enak, coto akan diberi bumbu dari rempah-rempah khas Indonesia yang diracik secara khusus.

Untuk menyantapnya, orang asli Sulawesi khususnya Makassar akan menambahkan ketupat atau burasa sebagai teman makannya.

Burasa sendiri adalah makanan yang mirip lontong, namun bentuknya agak pipih dengan bahan tambahan berupa santan dan dimasak sambil dibungkus daun pisang yang ditali bagian luarnya.

Sedangkan bahan untuk membuat coto adalah meliputi jahe, serai, lengkuas, daun salam, kacang tanah, dan lainnya. Selain itu juga ada bumbu halusnya seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jinten, merica, cabai, dan tauco.

Bagi yang tertarik menikmatinya, di Makassar ada beberapa tempatnya seperti Coto Tol Nusantara dg.Oyo, Coto Bawakaraeng, Coto Gembira, dan Coto Nusantara. Untuk nama terakhir, terletak di Jl. Nusantara, Pattunuang, Wajo, Makassar.

2. Sarabba

Sarabba merupakan minuman khas suku Bugis yang banyak tinggal di Makassar dengan bahan pembuatan meliputi jahe, gula aren, merica bubuk, kuning telur, dan santan.

Campuran tersebut akan menimbulkan minuman dengan rasa hangat pedas manis sehingga sangat cocok diminum saat cuaca dingin.

Warna yang dihasilkan berkat percampuran bahan tersebut adalah cokelat, namun tidak terlalu pekat.

Harga untuk minuman yang dapat dengan mudah ditemui di Makassar ini hanya 8 ribu sampai 10 ribu rupiah saja per satu gelasnya.

Lihat juga makanan khas daerah

Rasa dari sarabba sangat khas dan dikatakan mampu menambah stamina serta bisa menghangatkan tubuh. Belum lagi penyakit seperti flu dan masuk angin bisa dengan segera ditangkal sehabis meminumnya.

Bagi yang ingin menikmatinya, datang saja ke salah satu tempat penjualannya di Jalan Sungai Cerekang, Makassar yang selalu ramai dikunjungi.

Namun apabila ingin menikmati sarabba di rumah, beli saja kemasan saset sarabba agar praktis dibuat dimanapun.

3. Sup Konro

Sop konro merupakan sop dengan kuah yang berlemak berwarna kecokelatan dengan bahan dasar iga sapi yang direbus, sedangkan jika menggunakan iga sapi yang dibakar maka namanya sop konro bakar.

Yang membuat khas sop konro adalah iga yang direbus harus benar-benar empuk agar lebih mudah dinikmati. Selain iga, boleh pula untuk menambah variasinya dengan memberi tambahan daging sapi pada sop konro ini.

Pembuatannya sup konro terbilang cukup sulit, selain cara perebusan yang benar-benar lama, bumbu yang dipakai juga melimpah layaknya masakan Makassar pada umumnya.

Bagi yang ingin menikmati empuknya iga sapi atau segarnya kuah sup konro, langsung saja datang ke Jalan Daeng Tata, Makassar untuk membeli seporsi sop konro Daeng Tata.

Selain itu, ada juga tempat lain yang sama-sama terkenal dan legendaris di Jalan Gunung Lompobattang dengan nama kedainya Sop Konro Karebosi, bahkan ada juga cabangnya di Jakarta.

Makanan yang akan sangat tepat bila dinikmati saat kondisi dingin tersebut dijual mulai dari 30 ribu sampai 50 ribu rupiah.

Bisa juga disantap dengan nasi putih hangat atau dengan makanan khas Sulawesi Selatan lainnya, seperti burasa misalnya.

4. Konro Bakar Karebosi

Sebelumnya telah disinggung tentang sop konro bakar yang dibuat dengan cara membakar iga sapi terlebih dahulu lalu dibalut bumbu sop konro yang khas.

Tempat paling tepat untuk menikmati konro bakar ada di Jl. Gunung Lompobattang no. 41 dengan nama kedai Konro Bakar Karebosi. Penampilan antara yang direbus dan dibakar agak berbeda, seperti pada warna kuah dan rasanya.

Kuah konro bakar cenderung lebih hitam, sedangkan yang direbus memiliki warna agak cokelat.

Untuk rasa, iga yang dimasak dengan cara dibakar akan lebih memiliki rasa yang khas ketimbang dengan cara pemasakan lain, termasuk perebusan.

Bumbu rempah yang digunakan cukup beragam, salah satunya adalah buah kluwek yang nantinya menghasilkan warna hitam pada kuahnya.

Lalu ada ketumbar dengan fungsinya untuk memberi cita rasa kuat pada setiap makanan. Di kedai Sop Konro Karebosi sendiri, iga bakar memiliki keunggulan pada teksturnya yang empuk dan bumbunya yang meresap.

Bahkan kedai yang telah ada sejak 1968 ini telah mendapat penghargaan Makassar Most Favourite Award Culinary.

Penghargaan lain adalah makanan terfavorit untuk kategori konro dengan jumlah persentase Most Favorite Indeks (MFI) yaitu 75,33%.

5. Pallubasa

Pallubasa merupakan makanan dengan tampilan dan bahan yang mirip seperti coto makassar, termasuk bahan utama pembuatannya yaitu jeroan sapi atau kerbau beserta dagingnya yang juga sama.

Bentuk pallubasa memiliki tampilan kuah kecokelatan yang agak pekat, kemudian ada kuning telur menyembul di atasnya.

Perbedaan antara coto dengan pallubasa yang paling umum adalah adanya telur ceplok mentah di atas pallubasa, jika coto tidak ada telurnya.

Selain itu, perbedaan lain terletak pada cara memakannya, jika pallubasa menggunakan nasi, maka coto lebih sering ditemani burasa atau ketupat.

Untuk bisa merasakan nikmatnya makanan bekuah ini, datang saja ke Warung Pallubasa H. Haeruddin atau nama bekennya Pallubasa Serigala.

Penamaan serigala sendiri tak lepas dari lokasi warungnya yang berada di Jalan Serigala. Warung ini akan melayani pesanan dari jam 9 pagi sampai 8 malam dengan pembeli yang tidak berhenti berdatangan, khususnya saat jam makan siang.

Selain karena rasanya yang enak, untuk menikmati satu mangkuk beserta nasi putih harganya cukup terjangkau, yakni hanya 18 ribu rupiah.

6. Pallumara

Pallumara sendiri merupakan sup dengan sajian berupa ikan segar yang biasa disantap saat siang hari dengan nasi hangat sebagai temannya.

Ditilik dari penamaannya yaitu pallu yang berarti masak dan mara yang mengandung arti pedas, pastinya sup ini memiliki rasa pedas.

Walaupun mirip dengan sup ikan alias pindang, nyatanya pallumara memiliki nilai lebih pada penggunaan rempah dan cara pemasakannya.

Olahan makanan laut ini sendiri sebenarnya bisa dibuat dengan berbagai jenis ikan apa saja, tergantung pembuat dan kreatifitasnya.

Namun beberapa yang paling umum adalah pallumara juku bolu, yang menggunakan ikan bandeng berukuran besar.

Namun karena duri dari ikan bandeng yang banyak sehingga merepotkan konsumen, maka munculah pallumara bandeng presto yang menggunakan ikan bandeng presto yang sejatinya merupakan makanan khas Semarang.

Lalu ada pallumara juku mairo dengan bahan dasar ikan teri yang telah dihilangkan kepalanya. Terakhir ada pallumara kaloak yang menggunakan ikan tongkol yang terlebih dahulu dipotong-potong.

Bahan tambahan jenis pallumara ini adalah keluak. Selain itu, masih ada banyak jenis ikan lain yang bisa dipakai, mulai dari bawal, gurame, cakalang, kerapu, kakap, dan ikan jenis lain.

7. Pallukacci

Jika pallumara berarti masakan pedas, berbeda halnya dengan pallukacci yang memiliki makna masakan asam dari kata kacci (asam) dengan pallu (masakan).

Hampir sama dengan pallumara, pallukacci juga adalah sup dengan warna kekuningan berbahan dasar ikan namun memiliki rasa asam.

Ikan yang biasa digunakan adalah tuna atau cakalang dan ikan bandeng, asam jawa, tomat, garam, kunyit bubuk, bawang merah, cabai rawit, dan gula.

Masakan khas Sulawesi Selatan khususnya Makassar ini dimasak secara sederhana seperti sup kebanyakan. Yakni dengan memasak ikan bersamaan dengan air asam beserta penyedap rasa dan garam secukupnya.

Lalu ada tambahan kunyit bubuk agar warnanya menjadi kuning dan dimasukkan pula tumisan bawang, irisan tomat, dan cabai.

Setelah matang, sup ini akan memiliki rasa yang enak dan tekstur empuk pada daging ikan yang telah bersih dari jeroan dan kotorannya. Lalu rasa pedas asam juga ikut muncul jika mencicipi kuahnya yang segar itu.

8. Burasa

Telah dikatakan di atas tentang burasa yaitu olahan yang terbuat dari beras dengan santan yang dibalut daun pisang.

Ukurannya sendiri memang lebih kecil dari lontong, sehingga ada pula yang menyebutnya dengan panggilan lontong bersantan.

Nama lainnya yang tak kalah terkenal adalah buras dan lapat, namun nama burasa akan tetap menjadi nama yang paling dikenal dan melekat pada panganan ini.

Makanan asli masyarakat Bugis Sulawesi Selatan tersebut memiliki bentuk pipih namun sering disantap bersama dengan coto makassar maupun opor ayam, khususnya saat lebaran atau hari raya idul fitri.

Cara untuk membuatnya juga tergolong mudah, yakni pertama-tama dengan merebus beras yang telah dicampur dengan santan sampai lembek.

Nantinya akan dibungkus memakai daun pisang yang ditali menggunakan tali rafia yang nantinya bisa langsung direbus sampai matang.

Makanan ini mampu bertahan selama dua hari, sehingga sangat tepat dibawa sebagai bekal makanan saat perjalanan.

Memakannya juga tidak susah, selain sebagai teman makan, juga bisa disantap secara langsung maupun ditemani sambal dan telur rebus.

Kini, burasa telah menyebar sampai luar Sulawesi Selatan, karena telah sampai Gorontalo, Kalimantan, hingga Malaysia.

9. Gogoso

Hampir sama dengan burasa, gogoso juga panganan yang dibuat dengan penutup daun pisang.

Bedanya, bahan utama pembuatannya adalah beras ketan yang nantinya akan dibungkus dengan daun lalu dimasak dengan cara memanggangnya di atas bara api.

Untuk memberi kesan nikmat, maka gogoso memiliki isian berupa abon sapi atau daging ayam dengan nama kambu yang diletakkan di tengah-tengahnya.

Selain itu, ada bahan-bahan lain yang biasa digunakan seperti santan, garam, dan daun salam agar rasanya gurih.

Untuk bisa mendapatkannya dapat dengan mudah ditemui di kawasan Pantai Losari hingga di sekitar karebosi, bahkan saat malam hari.

Harga dari satu bungkus gagoso dengan panjang hampir serupa dengan lontong ini hanya 3 ribu sampai 5 ribu rupiah. Biasanya harga tergantung dengan isian kumbu di dalamnya yang sangat menentukan rasanya.

Makanan khas Sulawesi Selatan ini juga bisa ditemani dengan canggoreng pallu/nasu yaitu sebuah kacang rebus yang juga dapat dengan mudah ditemui bersamaan dengan adanya gogoso.

10. Nasi Kuning Riburane

Nasi kuning adalah nasi dengan penampakan berwarna kuning karena diberi kunyit dan menggunakan santan agar rasanya lebih gurih daripada nasi putih biasa.

Meskipun bukan olahan asli dari Sulawesi, namun di Makassar terdapat warung legendaris yang bertempat di jalan Riburane No. 11 depan gedung RRI Makassar. Nasi kuning di sana dijual dengan dua pilihan porsi, yakni porsi besar dan porsi kecil, pilih saja sesuai kebutuhan.

Bahkan di kedai dengan nama Nasi Kuning Riburane Asuhan Hj. Istiah tersebut telah ludes terjual saat jam menunjukan pukul 11 siang. Jadi sangat disarankan datang sebelum jam 11, kalau bisa saat pagi sudah ikut mengantre.

Yang membuat istimewa nasi kuning ini adalah rasanya yang lebih gurih dengan rempah pilihan sebagai bumbu pembuatnya. Selain itu terdapat cukup banyak lauk pauk untuk dinikmati bersama nasi kuning, sebut saja abon, kentang kering, telur pindang rebus, sayur labu siam, dan semur daging.

Soal rasa jangan ditanyakan lagi, karena kuliner ini telah mendapat penghargaan Makassar Most Favourite (MMF) Award Cullinary kategori nasi sebanyak tiga kali beruntun.

Penghargaan tersebut memenangkan Nasi Kuning Riburane dari 2010 sampai 2012 yang dilakukan oleh Makassar Research untuk Majalah Makassar Terkini.

11. Sayur Ganemo

Sekarang berpindah ke Sulawesi Utara, tepatnya di kota Manado yang terdapat makanan bernama sayur ganemo.

Sayur ganemo sendiri merupakan istilah untuk makanan yang menggunakan daun melinjo, bunga pepaya, taoge pendek, dan potongan labu kuning dengan kuah bersantan.

Walaupun tergolong sederhana, namun nyatanya sayur ganemo tetap eksis sebagai makanan yang berasal dari Manado di umurnya yang kini semakin menua.

Dengan isian yang hampir selalu sayur-sayuran, sudah pasti akan sangat menyehatkan tubuh dan akan sangat baik untuk penurunan berat badan.

Bahan yang digunakan untuk membuat ganemo adalah daun melinjo yang masih muda, tomat, daun salam, lengkuas, irisan cabai merah, dan santan kental. Bisa juga itambah dengan sayuran lainnya, seperti bunga pepaya, taouge, dan labu.

Sedangkan untuk pembuatan bumbu halusnya memerlukan bawang putih dan bawang merah, terasi, kenari, dan garam.

Cara sederhana untuk membuatnya adalah dengan terlebih dahulu merebus santan sampai mendidih, lalu masukkan pula bumbu halus yang telah dibuat bersama lengkuas, tomat, cabai merah, dan daun salam.

Sebelum ikut masuk, biasanya sayuran tersebut ditumis terlebih dahulu dengan waktu singkat sampai agak layu baru dimasukkan ke wadah berisi santan. Setelah dirasa matang, sayuran ganemo bisa langsung disantap, entah sendiri atau bersama nasi.

12. Tinutuan

Makanan dengan nama tinutuan atau lebih dikenal dengan bubur manado ini berasal dari Sulawesi Utara, ada yang menyebutnya dari Manado, ada pula yang dari Minahasa.

Seperti kebanyakan bubur, tinutuan memiliki bentuk lembek dengan campuran sayuran yang cukup banyak, namun tak menggunakan daging.

Makanan yang dikatakan mulai dijual di sudut kota Manado tahun 1970 ini dibuat menggunakan bahan berupa beras, labu kuning (sambiki), bayam, daun gedi, kangkung, singkong, kemangi, dan jagung.

Warna khas yang tampak adalah kuning dengan beberapa warna hijau sayur menyembul keluar.

Kebanyakan masyarakat menyajikannya dengan ikan asin, sedangkan untuk orang Manado sendiri lebih sering menambahkan sambal roa, perkedel nike, perkedel jagung, dan tuna asap.

Selain itu masih ada banyak pula tambahan yang bisa dimasukkan ke dalam porsi tinutuan tersebut. Bahkan di lain kesempatan, ada pula penambahan mie hingga brenebon alias sup kacang merah khas dari Minahasa.

Bagi yang beragama Kristen, ada pula yang menambah kaki babi pada masakan ini, ada pula yang menambahnya dengan tetelan sapi pada sup kacang merah tersebut.

13. Lalampa

Lalampa merupakan olahan dari beras ketan dengan isian ikan cakalang yang dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk silinder lalu dibakar.

Penampilannya sekilas agak mirip dengan lemper dari Jawa, namun perbedaanya yang sangat menonjol adalah pada isiannya yang dari ikan cakalang. Tidak hanya itu, jika lemper hanya bisa dimakan setelah terlebih dahulu dikukus, beda halnya dengan lalampa yang harus dibakar.

Pembakarannya terbilang cukup unik, mengingat ada olesan minyak sayur di sekelilingnya agar aromanya makin nikmat dan rasanya meresap sampai ke dalam.

Lihat juga makanan khas betawi

Bahan-bahan untuk membuat makanan asli Sulawesi ini adalah beras ketan putih yang telah dicuci bersih, potongan daun pandan, garam, dan santan.

Sedangkan untuk isiannya memerlukan suwiran daging ikan tongkol asap yang halus, kunyit, daun jeruk purut, daun pandan, daun kemangi, dan minyak sayur.

Bumbu dari isian tersebut meliputi cabai keriting merah, cabai rawit merah, kemiri, garam, bawang merah, bawang putih, dan serai untuk dihaluskan nantinya.

Bumbunya yang tergolong banyak membuat rasanya sangat enak, sehingga sangat pas dimakan sambil ditemani dengan kopi hangat.

14. Klappertaart

Klappertaart merupakan makanan khas Sulawesi, tepatnya Manado, yang dipengaruhi oleh kebudayan Belanda zaman dahulu, sehingga terdapat bahan seperti tepung terigu, mentega, susu, telur, dan kelapa.

Cara memasaknya terbilang unik, karena beda cara masak, beda pula hasilnya. Cara pemasakan yang pertama adalah dengan cara dipanggang dan menggunakan roti, nanti akan menghasilkan kue tar padat namun bisa dipotong seperti kue tar lain.

Namun bila tidak dipanggang, nanti malah menjadi lembut sehingga akan meleleh saat masuk ke mulut. Oleh sebab itu, akan sangat pas bila dimakan saat kondisi dingin karena rasanya lebih mantap.

Klappertaart awalnya memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, namun karena kebanyakan orang tak suka makanan berkalori tinggi, kini klappertaart dibuat menggunakan bahan-bahan berkalori rendah.

Tujuan utamanya adalah untuk memanjakan orang diet yang ingin menikmati enaknya tar asli Manado.

Bahkan makanan yang telah menjadi ikon Manado ini telah masuk ke dalam jajaran 30 jenis makanan dari daerah nusantara, bersama dengan makanan lain dari berbagai daerah.

Makanya telah banyak produsen menawarkan klappertaart dengan berbagai varian rasa, mulai dari cokelat, durian, keju, bluberi, dan tak ketinggilan rasa original.

15. Panada

Panada adalah cemilan yang mirip dengan pastel, namun memiliki perbedaan mendasar pada bahan kulitnya dan isiannya.

Jika biasanya pastel dibuat dengan kulit pastry, maka panada dibuat menggunakan luaran dengan bahan pembuatan seperti roti.

Maksudnya kulitnya dibuat mirip roti, yaitu dibuat dengan tepung terigu, telur ayam, garam, dan ragi instan. Sedangkan untuk isiannya kebanyakan diisi dengan ikan, khusunya ikan cakalang yang melimpah di Sulawesi.

Walaupun kadang-kadang ada yang menggunakan isian daging ayam dan sayuran seperti pastel.

Dalam membuat panada, isiannya dibumbui dengan bumbu bernama bumbu panpis.

Apa itu? Yaitu ikan cakalang yang telah dimasak bercampur dengan bawang merah, daun bawang, cabai merah, daun jeruk, kemangi, serta bumbu rempah lain.

Di Manado sendiri, makanan yang dikatakan berasal dari Spanyol dan Portugis ini justru diberi rasa pedas sesuai lidah masyarakatnya.

Kebanyakan produsen menjualnya dengan dua ukuran, yakni yang besar dan kecil, jika pilih yang besar, maka perut lebih cepat kenyang.

16. Nasi Jaha

Nasi jaha adalah panganan asli Manado yang menggunakan bahan dasar beras ketan dan beras putih. Kedua bahan tersebut nanti akan diaron atau dikukus setengah matang lalu akan dicampur dengan santan.

Setelah pengukusan selesai, hasilnya nanti dimasukkan ke dalam bambu berlapis daun pisang.

Biasanya ukuran bambu untuk pemasakannya adalah 30 sampai 50 cm. Nantinya bambu berisi hasil kukusan tadi akan dimasak dengan perapian dari kayu bakar sehingga aroma dan rasanya lebih khas.

Tampilan dari nasi jaha kurang lebih mirip dengan lemang dari Sumatera Barat, namun itu hanya di tampilan, karena pada waktu menyantap, nasi jaha akan ditemani oleh cakalang pampis.

Jika lemang, teman makannya adalah tape ketan, sehingga agak berbeda. Penggunaan nasi putih pada nasi jaha juga membedakannya dengan lemang yang menggunakan beras ketan saja.

Rasanya untuk nasi jaha lebih lembut karena terdapat nasi putih dan akan terasa gurih di mulut berkat adanya santan.

Bahkan nasi jaha sampai sekarang masih setia menemani acara-acara pernikahan maupun upacara penyambutan tamu di daerah asalnya, Manado.

17. Halua Kenari

Dari namanya saja sudah tampak jelas bahwa halua kenari adalah kudapan yang dibuat dengan bahan dasar kacang kenari.

Kenari ini nantinya akan dibentuk menjadi halua dengan cara melelehkan dulu gula merah lalu nantinya kacang tersebut dimasukkan ke lelehan tersebut.

Saat menjadi dingin, halua kenari sudah bisa disantap dengan rasanya yang manis lalu akan ada rasa renyah dari kacangnya disetiap gigitan.

Jika ditelaah dari penjelasan di atas, halua kenari memang mirip dengan ampyang dari Jawa, namun perbedaannya terletak pada penggunaan kenari dan bentuknya yang memanjang.

Penggunaan kacang kenari sebagai bahan utama tak lepas dari maraknya pohon tersebut di Sulawesi Utara, jadi dengan dibuatnya halua kenari nilai jual kenari akan meningkat.

Di Manado sendiri, makanan ini akan dengan mudah ditemui di berbagai pusat oleh-oleh dengan harga bervariasi, mulai dari 10 ribu sampai 45 ribu. Harga tersebut dipatok dari ukuran dan banyak sedikitnya halua kenari.

Rasanya yang manis dan punya tekstur agak kasar, membuatnya akan sangat cocok bila dimakan saat sedang meminum kopi atau teh.

18. Kasoami

Di Sulawesi Tenggara ada makanan khas mereka yaitu kasoami yang terbuat dari ubi kayu atau lebih akrab disebut dengan nama singkong.

Pembuatannya dibuat dari bahan seperti tepung ubi kayu, tepung gaplek, atau dari ubi kayu hasil fermentasi. Dari kesemua bahan di atas, penggunaan tepung ubi kayu menjadi yang paling sering dipakai oleh masyarakat.

Lebih jelasnya, pengertian kasoami adalah makanan yang dibuat dengan bahan ubi kayu yang dikukus dengan cetakan tertentu yang umumnya berbentuk kerucut.

Pembuatan kasoami haruslah terlebih dahulu membuat kaopi atau tepung ubi kayu yang dibuat dari parutan ubi tersebut yang telah dihilangkan airnya sampai menjadi tepung.

Tepung hasil proses tersebut nantinya akan dimasukkan ke cetakan lalu dikukus sampai matang. Makanan khas Sulawesi yang kerap dibawa sebagai bekal perjalanan ini biasanya akan disajikan dan disantap bersamaan dengan ikan asin dan ikan bakar.

Bahkan di Buton, warganya akan menyajikan makanan ini saat acara hajatan maupun penyambutan sanak saudara karena memiliki arti yang melambangkan persaudaraan dan keakraban.

19. Kabuto

Jika di Jawa ada yang namanya gathot, maka di daerah Sulawesi Tenggara ada yang namanya kabuto yang keduanya sama-sama dibuat menggunakan bahan dasar berupa ketela pohon alias singkong.

Bahkan bila dilihat dari segi tampilan, keduanya hampir mirip, hanya saja yang membedakan adalah bahan pelengkapnya. Untuk gathot sendiri, biasanya akan diberi parutan kelapa dan garam, bahkan terkadang ditambah dengan gula agar rasanya manis.

Sedangkan untuk kabuto bahan pelengkapanya adalah ikan asin, walaupun ada parutan kelapa juga. Dengan kandungan karbohidrat tinggi, dulunya kabuto sering dijadikan makanan pokok para nelayan di wilayah pesisir, khususnya untuk daerah Muna.

Bahkan sampai sekarang masyarakat pesisir pantai Muna masih mengonsumsi makanan ini, sampai-sampai banyak pula yang menjualnya. Harga untuk satu porsi kabuto yang telah lengkap dengan tambahan ikan asin ini dihargai cuma 4000 sampai 5000 rupiah saja.

Selain akan memberikan rasa yang berbeda dari gathot karena pembuatannya dengan mengeringkan dulu ketela pohon asli tanah Sulawesi, juga karena ada tambahan ikan asinnya yang enak.

Selain ikan asin, kabuto juga bisa disantap dengan ikan goreng lain bersama dengan nasi agar makin mengenyangkan.

20. Lapa-lapa

Nama lapa-lapa mungkin kurang familiar di telinga orang diluar Sulawesi, namun bila membicarakannya di Sulawesi, maka semua orang akan tahu mengenai lapa-lapa.

Makanan tersebut dibuat menggunakan beras bersama dengan santan, cukup dua bahan itu saja, namun untuk memenuhi persyaratan lapa-lapa maka diperlukan janur.

Jika dilihat dari bahan, mungkin sebagian orang akan menyebutnya sebagai lepet khas Jawa. Namun ada banyak perbedaan mulai dari bahan, ukuran, hingga teman penyajian dari kedua panganan tersebut.

Lapa-lapa dibuat dengan cara memasak setengah matang beras yang telah bersih dengan santan yang dicampur jadi satu. Setelah dingin, campuran itu akan dibungkus kedalam janur kelapa yang nantinya akan diikat bagian luarnya agar tidak mudah copot.

Setelah itu lapa-lapa sudah siap untuk dimasak kembali sampai matang untuk dikonsumsi. Perbedaannya dengan lepet adalah kebanyakan lepet menggunakan beras ketan lalu ada isian kacang di dalamnya.

Penyajian lepet lebih sering tanpa teman, sedangkan lapa-lapa akan disajikan bersamaan dengan sate pokea atau sate kerang air tawar.

21. Sinonggi

Sinonggi merupakan makanan yang terbuat dari sari pati sagu, yang hampir mirip dengan papeda di Maluku atau kapurung di Sulawesi Selatan. Keduanya sama dalam hal bahan, dan cara pemasakannya, namun yang membuatnya berbeda adalah teman makannya.

Biasanya sinonggi akan dimakan bersama dengan sayur, kuah ikan, atau dabu-dabu alias sambal.

Bentuknya lengket seperti lem, dan menjadi makanan pokok bagi suku Tolaki sedari dulu, walaupun kini telah menjadi makanan sekunder setelah digantikan oleh nasi. Suku Tolaku sendiri adalah suku asli masyarakat kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Cara untuk membuatnya adalah dengan merendam pati sagu terlebih dahulu dengan air dingin selama satu malam di wadah yang agak besar, baskom misalnya.

Setelah mengendap sagu dicairkan dengan cara memberi air dingin secukupnya sambil menambah air mendidih. Sedikit demi sedikit air mendidih tadi ditambahkan, jangan lupa untuk mengaduk pati sagunya sampai mengental.

Setelah sinonggi siap, maka tambahan seperti sayur yang telah dimasak, sambal, dan kuah ikan bisa menemaninya menjadi santapan, apalagi saat sinonggi masih hangat, pasti enak.

22. Kaledo

Nama kaledo sebenarnya adalah akronim dari kata ‘kaki lembu donggala’ karena bahan utamanya adalah dari kaki lembu atau sapi.

Kaledo sendiri dapat dengan mudah ditemui di beberapa tempat makan di Palu, Sulawesi Tengah yang memang menjadi tempat lahirnya.

Makanan ini akan disajikan dengan sup kuah yang terkenal dengan rasa asam pedas, plus daging dari kaki sapinya yang empuk banget.

Untuk penyajiannya biasanya akan ditambah dengan nasi putih dalam wadah terpisah pada satu porsi kaledo di setiap kedai.

Bumbu-bumbu utama dalam pembuatan olahan kaki sapi ini meliputi asam jawa, garam, dan cabai rawit, sehingga rasa asam dan pedasnya sangat ketara.

Untuk bisa menikmatinya datang saja ke Palu menuju alamat Jalan Diponegoro No.40 karena disana ada warung penjualnya yang telah termasyhur bernama Kaledo Stereo.

Di sana cara memakannya adalah dengan menggunakan dua tangan, salah satu tangan memegang tulangnya, satu lagi untuk mencuili dagingnya.

Walaupun di sana ada pula kaledo tanpa tulang yang telah dipotong kecil, namun itu lebih sering dipesan oleh anak kecil.

23. Sayur Putungo

Kemudian di Sulawesi Utara, tepatnya di Gorontalo ada sayur khas masyarakat setempat bernama sayur putungo yang biasa dijadikan makanan sehari-hari.

Bahan-bahannya tergolong unik, karena terdapat jantung pisang, sedangkan bahan lain seperti ikan, cabai, dan kelapa adalah pelengkapnya.

Pengolahan sayuran ini harus terlebih dahulu merajangnya atau mengiris tipis-tipis bahan-bahan di atas untuk nantinya dijadikan sayur.

Kemudian terdapat pula kuahnya yang dibuat dengan tambahan milu, atau dikenal dengan jagung rebus.

Hasil rajangan dan kuah milu nantinya akan bercampur menjadi satu, itulah yang dinamakan dengan sayur putungo.

Rasa dari jantung pisang yang khas, kemudian kuahnya yang segar diberi rebusan jagung, membuatnya semakin gurih nan pedas. Apalagi masyarakat Gorontalo menyukai masakan pedas, membuat masakan ini juga memiliki rasa pedas yang kental.

Bahkan dikatakan tidak ada sayur putungo di Gorontalo yang tidak memiliki rasa pedas. Maka dari itu, agar rasa pedasnya bisa diatasi, makan saja bersamaan dengan nasi putih hangat, dan siapkan air minum.

24. Bubur Sagela

Ada banyak jenis street food yang memiliki rasa premium di daerah Gorontalo, salah satunya adalah bubur sagela. Sagela sendiri adalah ikan yang dikeringkan, sedangkan kebanyakan bubur sagela dibuat dari ikan roa.

Roa sendiri adalah sejenis ikan terbang yang dapat dengan mudah ditemui di sekitar perairan Sulawesi. Setelah ikan roa kering jadi, selanjutnya dagingnya harus diambil untuk bisa dijadikan menjadi bubur sagela.

Daging tersebut nantinya akan ditumbuk halus bersamaan dengan bahan lain seperti tomat, cabai, dan bawang. Hasil tumbukan ini juga sering disebut dengan sambal karena selain encer, juga karena memiliki rasa pedas seperti sambal pada umumnya.

Nantinya sambal ini akan disajikan bersama dengan bubur untuk memberi rasa yang lebih enak dan khas, apalagi saat disantap dalam keadaan hangat. Untuk menambah enak, biasanya satu porsinya akan ditambah dengan irisan mentimun atau kerupuk.

25. Sate Kambing Balanga

Sate kambing balanga merupakan olahan dari daging kambing yang dimasak dengan balanga atau bisa juga dimasak di wajan.

Walaupun namanya sate, sebenarnya olahan ini berbeda dengan sate kebanyakan, karena sama sekali tak menggunakan tusukan pada daging-dagingnya.

Pembuatnya adalah ibu Hanifah yang juga pemilik Rumah Makan Diva di Gorontalo yang punya resep turun-temurun.

Olahannya ini bahkan pernah dipamerkan di acara ‘Bango Berikan Inspirasi Kelezatan Hidangan Kuliner Kambing.

Bahan yang dipakai adalah daging kambing sebagai bahan utama, lalu ditopang olah rempah-rempah lain berupa jahe, cabai merah, bawang merah, ketumbar, serai, dan bawang putih.

Kemudian ada rempah lain yang menjadi kekhasan makanan ini, sebut saja jinten, lada, cengkeh, kayu manis, kapulaga, ketumbar, dan pala yang disangrai lalu dihaluskan.

Bahan pendukungnya adalah kecap, garam, dan minyak goreng. Cara memasaknya cukup menumis irisan bawang, lalu dimasukkan pula bahan di atas, termasuk bumbu halus dan daging kambing.

Aduk rata, kemudian beri tambahan seperti kecap, garam, dan lada secukupnya, sampai nanti daging menjadi empuk baru siap santap.

26. Kanre Santan

Di Pare-pare ada yang namanya kanre santan atau hidangan nasi bercampur dengan air santan yang ditambah dengan aneka lauk pauk. Masyarakat setempat kerap memanggilnya dengan kanse sebagai singkatan dari kanre santan.

Rasa gurih berkat santan akan langsung terasa saat nasi masuk ke mulut, apalagi ditambah dengan beberapa lauk yang menggugah selera.

Aneka lauk yang dapat dihidangkan adalah ikan tuna goreng dan daging bebek yang diiris kecil-kecil atau masyarakat menyebutnya nasu palekko serta berbagai menu lain.

Di daerah asalnya, banyak sekali orang yang menjajakan kanse, baik itu di pinggir jalan atau di warung-warung. Biasanya warung tersebut akan menyajikan kanse dengan lauk seperti daging ayam, bebek, telur, perkedal, dan mi dengan harga yang bervariasi.

Biasanya harga yang dipatok hanya Rp7.000 sampai Rp8.000 tergantung banyaknya lauk yang dipilih. Salah satu kedainya ada di Jalan Pertamina yang buka sampai malam hari, karena kanse lebih sering dinikmati publik pada waktu malam.

27. Kapurung

Kapurung adalah makanan khas dari kota Palopo, Sulawesi Selatan yang dibuat dari sagu berisi sayuran rebus. Aneka sayur yang dapat ditemui pada masakan ini adalah bayam, kacang panjang, hingga ada pula irisan jagung.

Untuk memberi rasa segar, kapurung akan disajikan bersamaan dengan kuahnya yang segar bewarna kecokelatan. Tidak hanya sayur saja yang dapat dipakai, karena ada lauk lain yang boleh masuk ke piring, meliputi udang, ikan, dan ayam.

Ciri khas dari olahan sagu yang biasanya didatangkan dari Masamba dan Larompong ini adalah rasanya yang sangat pedas, sehingga disukai khalayak ramai.

Bahkan di Makassar, sekitar 300 km dari Palopo, ada warung dengan nama kapurung Aroma Palopo Hj. Fatma yang letaknya ada di Jalan Mappanyukki Makassar.

Lihat juga makanan khas sunda

Di sana bahkan telah menjadi langganan para pejabat sampai artis top bila singgah ke Makassar. Apalagi uang yang dikeluarkan untuk membelinya cuma 20 ribu dan bila tambah lauk cukup membayar 25 ribu saja.

Setelah seharian memanjakan diri menikmati desir pasir Pantai Losari, kamu bisa beristirahat sembari mengisi perut dengan menyantap sejumlah makanan khas Sulawesi yang tersedia.

Kamu bisa memilih untuk menyantap makanan berkuah atau kering, makanan laut atau darat, dan bahkan kamu juga bisa mencoba menu tradisional khas suku Bugis di Sulawesi.



Tags: makanan khas sulawesi, Makanan khas sulawesi selatan, makanan khas sulawesi tengah, makanan khas sulawesi tenggara, masakan khas sulawesi, makanan di sulawesi, makanan khas sulawesi barat, makanan dan minuman khas sulawesi

Itulah tadi informasi dari judi poker mengenai Makanan Khas Sulawesi oleh - susukotakultra.xyz dan sekianlah artikel dari kami susukotakultra.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Main Post

Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2017 susukotakultra - Membahas tentang Minuman Sehat All Right Reserved