Breaking News
Loading...

Recent Post

Tuesday, July 28, 2020
no image

Makanan Khas Malang oleh - susukotakultra.xyz

Halo sahabat selamat datang di website susukotakultra.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan Khas Malang oleh - susukotakultra.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Malang adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur yang terletak 90 km di sebelah selatan Surabaya.

Dari segi geografis dan perkembangan kotanya, Malang mempunyai kemiripan dengan Bandung.

Selain itu, hawa sejuk kota Malang juga selalu mengundang keinginan setiap orang dari berbagai pelosok untuk memanjakan diri kala liburan tiba.

Berbicara tentang keindahan kota Malang, jangan sampai kita melupakan kenikmatan kuliner khasnya juga.

Lihat juga makanan khas semarang

Kota Malang mempunyai banyak sajian kuliner yang bisa menambah keseruan para pengunjung yang datang untuk mengisi momen liburannya.

Bahkan, setiap pengunjung bisa melakukan wisata kuliner menggunakan angkutan pariwisata bernama Bus Macyto atau Malang City Tour ke beberapa spot yang menjajakan kuliner khas Malang.

Setidaknya, ada belasan makanan khas Malang yang wajib dicicipi oleh para wisatawan.

Disini MakananOlehOleh.com telah membuat daftarnya berikut ini.

Makanan Khas Malang yang Enak

Bakso Malang

Makanan Khas Malang

Bakso menjadi salah satu ikon kuliner kota Malang yang telah menggurita penjualnya hingga ke berbagai kota-kota di Indonesia.

Bakso khas Malang bagaikan primadona di bumi pertiwi. Mulai dari pedagang kaki lima, kios, kedai, warung, depot, bahkan restoran di kota-kota besar di Indonesia ada yang menjadikan bakso malang sebagai menu utamanya.

Dalam satu mangkuk bakso malang, terdapat beragam isian. Selain bakso, ada juga tahu putih atau kulit, pangsit isi, tauge, mie, bihun, dan siomay.

Penggunaan bumbu yang tepat bisa menciptakan kelezatan pada kuah bakso sehingga mampu membangkitkan selera.

Agar lebih mantap, biasanya orang menyantap bakso malang bersama sambal cabai yang bisa menyengat lidah.

Orem-orem

Kota Malang dikenal akan produksi tempenya yang masif. Oleh karena itu, adalah wajib mencoba makanan khas Malang yang terbuat dari bahan dasar tempe khas Malang.

Orem-orem adalah salah satu contoh kuliner asli Malang yang menggunakan bahan dasar sajian berupa tempe. Dahulu, orem-orem hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu, biasanya ketika pernikahan dan syukuran.

Masuk ke pertengahan tahun 1980, orem-orem mulai dijual di warung-warung makan tradisional.

Orem-orem merupakan hidangan berkuah yang menyajikan irisan tempe goreng yang sudah dibumbui bersama ayam.

Penyajian orem-orem dilakukan di dalam mangkuk yang berisikan irisan tempe, ayam, dan kuah kental yang gurih dari santan.

Rasa dari kuah orem-orem mirip seperti sayur lodeh, tapi lebih pedas dan bisa ditambah dengan kecap manis serta sambal.

Agar makanan ini lebih mengenyangkan perut, maka warga Malang kerap menyantapnya bersama ketupat dan tauge.

Bakso Bakar

Saat ini orang yang meskipun tidak mempunyai latar belakang yang kuat di bidang kuliner bisa melakukan kreasi pada beragam bahan pangan untuk dijadikan makanan yang unik dan khas.

Seperti di Malang, ada bakso bakar yang kian hari dianggap sebagai makanan khas Malang yang terkenal.

Pertama kali bakso bakar diperkenalkan oleh Soeparman, biasa dipanggil pak Man, lewat warung Bakso Bakar Pak Man miliknya yang berlokasi di Jl. Diponegoro No. 19 A, Malang.

Kehadiran warung bakso milik pak Man menambah ensiklopedia kuliner kota Malang. Bakso bakar yang disajikan oleh pak Man mempunyai ragam cita rasa, dari bakso rebus hingga bakar ada, tapi yang paling digemari adalah bakso bakarnya.

Alasannya, bakso yang dibakar mengeluarkan aroma yang lebih sedap. Selain itu, pak Man juga memberikan level kepedasan pada bakso bakarnya, mulai dari yang tidak pedas, sedang, hingga sangat pedas.

Cwie Mie

Cwie mie adalah kuliner peranakan Tionghoa yang tersebar luas di sekitaran kota Malang. Saat ini, nama cwie mie mulai berganti sebutan menjadi pangsit mie.

Alasan pengubahan naam cwie mie menjadi pangsit mie dikarenakan pangsit yang selalu hadir mendampingi mie.

Di Malang cukup banyak depot pangsit mie yang berdiri, seperti Depot Sawahan, Depot Lima Satu, Depot Gang Jangkring, Pangsit Mie Bromo Pojok, Depot Gajah Mada, dan Pangsit Mie Dempo.

Sebagian besar depot menyajikan mie yang dibuat sendiri dengan metode tradisional hingga modern. Ukuran mie untuk cwie malang cenderung kecil. Cwie mie disajikan bersama ayam yang sudah dicacar, kuah, dan taburan daun bawang.

Tampilan makanan khas Malang ini sangat sederhana, tapi rasanya bisa bikin ketagihan. Biasanya cwie mie dimakan bersama menu pendamping yang dijual terpisah, seperti siomay, tahu isi, dan bakso udang goreng.

Soto Lombok

Soto lombok adalah makanan asli kota Malang, jadi sudah jelas kalau makanan ini bukanlah kuliner khas Lombok. Selain itu orang juga menganggap kalau lombok yang melekat pada namanya menggambarkan rasa dari makanan ini yang pedas.

Padahal, lombok pada nama makanan ini merujuk pada lokasi warung sotonya yang berada di Jl. Lombok. Warung soto lombok sudah berdiri sejak tahun 1955. Di warung tersebut pembeli bisa menikmati cita rasa khas dari soto lombok.

Lihat juga makanan khas jogja

Soto lombok berbeda dari soto-soto lainnya. Biasanya dalam satu mangkuk soto lombok terdiri dari ragam isian seperti kentang, daging ayam kampung, tauge, telur rebus, dan irisan kol.

Selain itu pada bagian kuahnya yang kental ditambah dengan taburan koya yang meningkatkan kelezatannya. Penyajian soto lombok biasa ditemani dengan beragam jenis kerupuk yang ukurannya besar-besar.

Nasi Buk

Nasi buk bukanlah kuliner asli kota Malang, tetapi dari daerah Madura. Dikarenakan penjualnya banyak ditemui di Malang [penjualnya keturunan Madura], jadi orang beranggapan kalau nasi buk adalah makanan khas kota Malang.

Nasi buk sendiri berasal dari desa Banjeman Bangkalan, Madura. Istilah buk pada makanan ini dialamatkan untuk wanita Madura.

Nasi buk adalah makanan berat yang terkenal akan rasanya yang khas dan mantap, lauknya yang bermacam-macam jenis, sayur lodehnya yang enak, hingga dendengnya yang gurih.

Adapun pelengkap yang bisa dipilih sebagai pendamping antara lain lodeh tewel, lodeh bung, mendol, bakwan jagung, ayam goreng, empal, jantung, limpa, usus, paru, babat, dan rempelo ati. Biasanya penduduk Malang menyantap nasi buk sebagai menu sarapan.

Pecel Pincuk

Penduduk kota Malang yang sudah diterpa lapar biasanya mencari pelarian ke warung-warung makan tradisional yang menjajakan pecel pincuk. Pecel pincuk merupakan hidangan favorit berisikan sayuran yang disajikan di atas pincuk.

Untuk kamu yang tidak tahu apa itu pincuk, pincuk adalah daun pisang yang digunakan sebagai alas pecel yang ditusuk dengan lidi pada salah satu sisinya.

Pecel pincuk berisikan aneka komposisi standar yang nikmat dan mengenyangkan seperti sayuran bayam, kacang panjang, tauge, dan yang tak lupa adalah guyuran sambal kacang.

Selain itu juga ada tambahan lain yang menjadi pembeda antara pecel pincuk khas Malang dengan pecel-pecel di daerah lain seperti irisan mentimun, daun kemangi, dan remahan rempeyek kacang.

Untuk lauknya bisa berupa telur dadar, tempe goreng, tahu goreng, atau gorengan bakwan.

Sop Sumsum

Sop adalah makanan berkuah yang biasa dikreasikan dengan beragam bahan pangan dan bumbu sehingga menghasilkan hidangan yang selalu melekat di lidah setiap orang.

Di Malang ada satu jenis sop yang terkenal, yakni sop sumsum. Salah satu penjual sop sumsum yang terkenal enak di Malang bisa dirasakan di Sop Sumsum Pak Kayin yang berada di Jl. Cengger Ayam 1 No. 10.

Sop yang disajikan bukan cuma berisikan sayuran segar dan kuah kaldu yang nikmat, tetapi juga tulang sapi dengan sumsum yang siap diseruput.

Sop sumsum milik pak Kayin menjadi pelopor pertama di Malang sehingga tak heran jika warungnya selalu ramai pembeli yang ingin mencicip kelezatan dari sopnya.

Rasa sop yang tidak mengecewakan lidah sudah bisa diperoleh dengan beragam harga, tergantung varian sop sumsum yang dipilih. Ada sop sumsum seharga 20 ribuan, sop sumsum istimewa seharga 25 ribuan, dan sop sumsum tulang kecil seharga 15 ribuan.

Sate Kelinci

Apakah kamu pernah mengunyah bagaimana cita rasa dari daging kelinci? Jika belum, saat bertandang ke Malang, jangan sampai melewatkan salah satu makanan khas Malang berupa sate kelinci.

Sate kelinci menjadi sajian kuliner yang selalu menjadi incaran para wisatawan yang datang ke Malang, terutama ke kota Batu.

Di sepanjang jalan yang menghubungkan Malang â€" Batu, ada banyak restoran atau rumah-rumah makan yang menjajakan menu sate kelinci.

Dilihat dari tampilannya, tak ada yang berbeda antara sate kelinci dengan sate daging hewan lainnya. Selain itu juga dari bumbu, sate kelinci hanya menggunakan bumbu kacang di mana banyak jenis sate yang juga menggunakan bumbu kacang.

Tapi yang menjadikannya lebih istimewa adalah penggunaan daging hewan yang tak biasa, yakni daging kelinci. Sate kelinci biasanya disajikan bersama lontong atau nasi hangat.

Bakso Bakwan

Malang memang terkenal akan baksonya yang melegenda. Dari sekian banyak jenis bakso, ada bakso bakwan yang menjadi alternatif untuk mereka yang sudah bosan makan bakso bakwan atau cwie mie.

Bakso bakwan adalah makanan khas Malang yang menghidangkan bakso dengan isian lebih komplit dibanding bakso khas Malang lainnya.

Dalam semangkuk bakso bakwan terdapat beragam isian seperti bakso urat, bakso goreng, bakso halus, bakwan rebus, tahu rebus, dan pangsit.

Yang beda dari bakso bakwan dengan bakso-bakso lain mungkin ketidakhadiran mie kuning atau bihun putih.

Untuk kuahnya bakso bakwan menggunakan kuah kaldu sapi asli sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih gurih, segar, dan menggugah selera.

Tempe Mendol

Mendol adalah salah satu varian tempe yang terkenal di Malang. Tempe mendol atau tempe penyet adalah makanan tradisional khas Malang berbahan dasar tempe yang diolah dengan ragam jenis bumbu sehingga menghasilkan panganan dengan cita rasa yang gurih.

Biasanya tempe mendol diolah untuk menjadi lauk pecel dan rawon, tapi ada juga orang yang suka menyantap tempe mendol tanpa disertai menu lain.

Satu hal yang perlu kamu tahu, tempe mendol ini dibuat dari tempe yang warnanya sudah agak kehitaman alias agak basi.

Meskipun demikian, jangan kamu anggap makanan ini tidak menyehatkan. Namun masalahnya, saat ini penjual tempe mendol sudah berkurang sehingga masyarakat Malang terbiasa membuat sendiri di rumah jika ingin mengobati kerinduannya dengan makanan tradisional satu ini.

Angsle

Suhu kota Malang yang terkadang membuat tulang terasa seperti ditusuk bisa diatasi dengan mencicip hidangan hangat semacam angsle.

Angsle adalah makanan khas Malang yang berupa wedang hangat. Wedang angsle biasanya ramai ditemui saat malam tiba.

Wedang dalam khazanah kuliner Jawa sendiri dialamatkan untuk segala bentuk minuman panas yang terbuat dari air yang direbus bersama jahe, serai, dan gula jawa.

Bagi pecinta minuman hangat, mungkin akan teringat dengan sekoteng setelah meneguk secangkir angsle.

Cita rasa angsle yang dihasilkan dari jahe begitu khas. Selain itu isian dari angsle seperti roti, kacang tanah sangrai, dan kacang hijau rebus juga mirip dengan sekoteng.

Tapi perbedaan yang dimiliki oleh angsle yakni penyajiaannya bersama petulo atau putu mayang, ketan putih kukus, dan tape singkong.

Tahwa

Selain angsle, Kota Apel [julukan untuk kota Malang] juga mempunyai hidangan segar yang bisa membantu mengatasi tubuh yang kedinginan akibat hawa sejuk kota Malang. Hidangan tersebut adalah tahwa.

Tahwa tidak berbentuk seperti minuman, melainkan makanan ringan yang mempunyai kuah hangat. Menurut Merdeka, Tahwa adalah makanan peranakan Tionghoa yang sudah masuk ke Indonesia sejak lama

Tahwa juga kerap disebut dengan kembang tahu oleh masyarakat Indonesia, terutama di Malang. Hidangan ini berisikan tahu lembut yang bisa lumer di mulut yang direndam dalam kuah dari campuran jahe dan gula merah.

Lihat juga makanan khas sunda

Saat sesuap kembang tahu masuk ke mulut menuju organ pengolah makanan di tubuh, terlebih dahulu tahwa menciptakan kehangatan di tenggorokan. Hidangan tradisional ini selalu ramai dibeli saat malam hari. Harga dari tahwa hanya dijual 4.000 rupiah saja.

Kota Wisata [julukan kota Malang] memang bisa dijadikan destinasi yang tepat untuk melepaskan rasa penat akibat rutinitas yang saban hari dilakukan.

Mulai dari kondisi alamnya yang elok, penduduknya yang ramah, iklimnya yang sejuk, situs-situs sejarahnya yang menyimpan segudang cerita, hingga makanan khas Malang.

Kota Malang sangat cocok disambangi sebagai tempat pelarian dari beban pekerjaan yang kerap datang tanpa permisi.



Tags: makanan khas malang, Maka, distributor rempeyek magelang, makanan khas kota malang, makanan khas daerah Malang, masakan ayam kampung khas malang, bakwan malang, kuliner khas malang

Itulah tadi informasi dari joker123 mengenai Makanan Khas Malang oleh - susukotakultra.xyz dan sekianlah artikel dari kami susukotakultra.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020
no image

Makanan Khas Sulawesi oleh - susukotakultra.xyz

Halo sahabat selamat datang di website susukotakultra.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan Khas Sulawesi oleh - susukotakultra.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sulawesi adalah pulau yang berada di sebelah timur Indonesia, tepatnya terletak di antara pulau Kalimantan di sebelah barat dan Kepulauan Maluku sebelah di sebelah timur.

Penduduk pulau Sulawesi rata-rata didominasi oleh suku Bugis-Makassar yang kebanyakan dari mereka adalah pedagang.

Di pulau Sulawesi terdapat 6 buah provinsi, yakni provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.

Pulau Sulawesi termasuk pulau yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Keindahan alam dan laut pulau Sulawesi menimbulkan daya tarik yang begitu kuat sehingga membuat sekian banyak orang berbondong-bondong datang ke pulau tersebut.

Selain keindahan pariwisatanya, pulau Sulawesi juga terkenal dengan suguhan kuliner yang beragam dan khas.

Jika kamu berencana untuk menyambangi Sulawesi, jangan sampai melewatkan salah satu makanan khas Sulawesi yang MakananOlehOleh.com tampilkan berikut ini.

Makanan Khas Sulawesi

1. Coto Makassar

Makanan khas Sulawesi bernama coto merupakan makanan dengan bahan dasar berupa jeroan sapi yang dibuat dengan cara direbus dengan waktu lama.

Sama halnya dengan soto, coto juga memiliki kuah dengan warna cokelat bercampur dengan irisan daging sapi, bahkan ada tambahan lain seperti jantung, babat, dan hati sapi.

Untuk memberikan rasa enak, coto akan diberi bumbu dari rempah-rempah khas Indonesia yang diracik secara khusus.

Untuk menyantapnya, orang asli Sulawesi khususnya Makassar akan menambahkan ketupat atau burasa sebagai teman makannya.

Burasa sendiri adalah makanan yang mirip lontong, namun bentuknya agak pipih dengan bahan tambahan berupa santan dan dimasak sambil dibungkus daun pisang yang ditali bagian luarnya.

Sedangkan bahan untuk membuat coto adalah meliputi jahe, serai, lengkuas, daun salam, kacang tanah, dan lainnya. Selain itu juga ada bumbu halusnya seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jinten, merica, cabai, dan tauco.

Bagi yang tertarik menikmatinya, di Makassar ada beberapa tempatnya seperti Coto Tol Nusantara dg.Oyo, Coto Bawakaraeng, Coto Gembira, dan Coto Nusantara. Untuk nama terakhir, terletak di Jl. Nusantara, Pattunuang, Wajo, Makassar.

2. Sarabba

Sarabba merupakan minuman khas suku Bugis yang banyak tinggal di Makassar dengan bahan pembuatan meliputi jahe, gula aren, merica bubuk, kuning telur, dan santan.

Campuran tersebut akan menimbulkan minuman dengan rasa hangat pedas manis sehingga sangat cocok diminum saat cuaca dingin.

Warna yang dihasilkan berkat percampuran bahan tersebut adalah cokelat, namun tidak terlalu pekat.

Harga untuk minuman yang dapat dengan mudah ditemui di Makassar ini hanya 8 ribu sampai 10 ribu rupiah saja per satu gelasnya.

Lihat juga makanan khas daerah

Rasa dari sarabba sangat khas dan dikatakan mampu menambah stamina serta bisa menghangatkan tubuh. Belum lagi penyakit seperti flu dan masuk angin bisa dengan segera ditangkal sehabis meminumnya.

Bagi yang ingin menikmatinya, datang saja ke salah satu tempat penjualannya di Jalan Sungai Cerekang, Makassar yang selalu ramai dikunjungi.

Namun apabila ingin menikmati sarabba di rumah, beli saja kemasan saset sarabba agar praktis dibuat dimanapun.

3. Sup Konro

Sop konro merupakan sop dengan kuah yang berlemak berwarna kecokelatan dengan bahan dasar iga sapi yang direbus, sedangkan jika menggunakan iga sapi yang dibakar maka namanya sop konro bakar.

Yang membuat khas sop konro adalah iga yang direbus harus benar-benar empuk agar lebih mudah dinikmati. Selain iga, boleh pula untuk menambah variasinya dengan memberi tambahan daging sapi pada sop konro ini.

Pembuatannya sup konro terbilang cukup sulit, selain cara perebusan yang benar-benar lama, bumbu yang dipakai juga melimpah layaknya masakan Makassar pada umumnya.

Bagi yang ingin menikmati empuknya iga sapi atau segarnya kuah sup konro, langsung saja datang ke Jalan Daeng Tata, Makassar untuk membeli seporsi sop konro Daeng Tata.

Selain itu, ada juga tempat lain yang sama-sama terkenal dan legendaris di Jalan Gunung Lompobattang dengan nama kedainya Sop Konro Karebosi, bahkan ada juga cabangnya di Jakarta.

Makanan yang akan sangat tepat bila dinikmati saat kondisi dingin tersebut dijual mulai dari 30 ribu sampai 50 ribu rupiah.

Bisa juga disantap dengan nasi putih hangat atau dengan makanan khas Sulawesi Selatan lainnya, seperti burasa misalnya.

4. Konro Bakar Karebosi

Sebelumnya telah disinggung tentang sop konro bakar yang dibuat dengan cara membakar iga sapi terlebih dahulu lalu dibalut bumbu sop konro yang khas.

Tempat paling tepat untuk menikmati konro bakar ada di Jl. Gunung Lompobattang no. 41 dengan nama kedai Konro Bakar Karebosi. Penampilan antara yang direbus dan dibakar agak berbeda, seperti pada warna kuah dan rasanya.

Kuah konro bakar cenderung lebih hitam, sedangkan yang direbus memiliki warna agak cokelat.

Untuk rasa, iga yang dimasak dengan cara dibakar akan lebih memiliki rasa yang khas ketimbang dengan cara pemasakan lain, termasuk perebusan.

Bumbu rempah yang digunakan cukup beragam, salah satunya adalah buah kluwek yang nantinya menghasilkan warna hitam pada kuahnya.

Lalu ada ketumbar dengan fungsinya untuk memberi cita rasa kuat pada setiap makanan. Di kedai Sop Konro Karebosi sendiri, iga bakar memiliki keunggulan pada teksturnya yang empuk dan bumbunya yang meresap.

Bahkan kedai yang telah ada sejak 1968 ini telah mendapat penghargaan Makassar Most Favourite Award Culinary.

Penghargaan lain adalah makanan terfavorit untuk kategori konro dengan jumlah persentase Most Favorite Indeks (MFI) yaitu 75,33%.

5. Pallubasa

Pallubasa merupakan makanan dengan tampilan dan bahan yang mirip seperti coto makassar, termasuk bahan utama pembuatannya yaitu jeroan sapi atau kerbau beserta dagingnya yang juga sama.

Bentuk pallubasa memiliki tampilan kuah kecokelatan yang agak pekat, kemudian ada kuning telur menyembul di atasnya.

Perbedaan antara coto dengan pallubasa yang paling umum adalah adanya telur ceplok mentah di atas pallubasa, jika coto tidak ada telurnya.

Selain itu, perbedaan lain terletak pada cara memakannya, jika pallubasa menggunakan nasi, maka coto lebih sering ditemani burasa atau ketupat.

Untuk bisa merasakan nikmatnya makanan bekuah ini, datang saja ke Warung Pallubasa H. Haeruddin atau nama bekennya Pallubasa Serigala.

Penamaan serigala sendiri tak lepas dari lokasi warungnya yang berada di Jalan Serigala. Warung ini akan melayani pesanan dari jam 9 pagi sampai 8 malam dengan pembeli yang tidak berhenti berdatangan, khususnya saat jam makan siang.

Selain karena rasanya yang enak, untuk menikmati satu mangkuk beserta nasi putih harganya cukup terjangkau, yakni hanya 18 ribu rupiah.

6. Pallumara

Pallumara sendiri merupakan sup dengan sajian berupa ikan segar yang biasa disantap saat siang hari dengan nasi hangat sebagai temannya.

Ditilik dari penamaannya yaitu pallu yang berarti masak dan mara yang mengandung arti pedas, pastinya sup ini memiliki rasa pedas.

Walaupun mirip dengan sup ikan alias pindang, nyatanya pallumara memiliki nilai lebih pada penggunaan rempah dan cara pemasakannya.

Olahan makanan laut ini sendiri sebenarnya bisa dibuat dengan berbagai jenis ikan apa saja, tergantung pembuat dan kreatifitasnya.

Namun beberapa yang paling umum adalah pallumara juku bolu, yang menggunakan ikan bandeng berukuran besar.

Namun karena duri dari ikan bandeng yang banyak sehingga merepotkan konsumen, maka munculah pallumara bandeng presto yang menggunakan ikan bandeng presto yang sejatinya merupakan makanan khas Semarang.

Lalu ada pallumara juku mairo dengan bahan dasar ikan teri yang telah dihilangkan kepalanya. Terakhir ada pallumara kaloak yang menggunakan ikan tongkol yang terlebih dahulu dipotong-potong.

Bahan tambahan jenis pallumara ini adalah keluak. Selain itu, masih ada banyak jenis ikan lain yang bisa dipakai, mulai dari bawal, gurame, cakalang, kerapu, kakap, dan ikan jenis lain.

7. Pallukacci

Jika pallumara berarti masakan pedas, berbeda halnya dengan pallukacci yang memiliki makna masakan asam dari kata kacci (asam) dengan pallu (masakan).

Hampir sama dengan pallumara, pallukacci juga adalah sup dengan warna kekuningan berbahan dasar ikan namun memiliki rasa asam.

Ikan yang biasa digunakan adalah tuna atau cakalang dan ikan bandeng, asam jawa, tomat, garam, kunyit bubuk, bawang merah, cabai rawit, dan gula.

Masakan khas Sulawesi Selatan khususnya Makassar ini dimasak secara sederhana seperti sup kebanyakan. Yakni dengan memasak ikan bersamaan dengan air asam beserta penyedap rasa dan garam secukupnya.

Lalu ada tambahan kunyit bubuk agar warnanya menjadi kuning dan dimasukkan pula tumisan bawang, irisan tomat, dan cabai.

Setelah matang, sup ini akan memiliki rasa yang enak dan tekstur empuk pada daging ikan yang telah bersih dari jeroan dan kotorannya. Lalu rasa pedas asam juga ikut muncul jika mencicipi kuahnya yang segar itu.

8. Burasa

Telah dikatakan di atas tentang burasa yaitu olahan yang terbuat dari beras dengan santan yang dibalut daun pisang.

Ukurannya sendiri memang lebih kecil dari lontong, sehingga ada pula yang menyebutnya dengan panggilan lontong bersantan.

Nama lainnya yang tak kalah terkenal adalah buras dan lapat, namun nama burasa akan tetap menjadi nama yang paling dikenal dan melekat pada panganan ini.

Makanan asli masyarakat Bugis Sulawesi Selatan tersebut memiliki bentuk pipih namun sering disantap bersama dengan coto makassar maupun opor ayam, khususnya saat lebaran atau hari raya idul fitri.

Cara untuk membuatnya juga tergolong mudah, yakni pertama-tama dengan merebus beras yang telah dicampur dengan santan sampai lembek.

Nantinya akan dibungkus memakai daun pisang yang ditali menggunakan tali rafia yang nantinya bisa langsung direbus sampai matang.

Makanan ini mampu bertahan selama dua hari, sehingga sangat tepat dibawa sebagai bekal makanan saat perjalanan.

Memakannya juga tidak susah, selain sebagai teman makan, juga bisa disantap secara langsung maupun ditemani sambal dan telur rebus.

Kini, burasa telah menyebar sampai luar Sulawesi Selatan, karena telah sampai Gorontalo, Kalimantan, hingga Malaysia.

9. Gogoso

Hampir sama dengan burasa, gogoso juga panganan yang dibuat dengan penutup daun pisang.

Bedanya, bahan utama pembuatannya adalah beras ketan yang nantinya akan dibungkus dengan daun lalu dimasak dengan cara memanggangnya di atas bara api.

Untuk memberi kesan nikmat, maka gogoso memiliki isian berupa abon sapi atau daging ayam dengan nama kambu yang diletakkan di tengah-tengahnya.

Selain itu, ada bahan-bahan lain yang biasa digunakan seperti santan, garam, dan daun salam agar rasanya gurih.

Untuk bisa mendapatkannya dapat dengan mudah ditemui di kawasan Pantai Losari hingga di sekitar karebosi, bahkan saat malam hari.

Harga dari satu bungkus gagoso dengan panjang hampir serupa dengan lontong ini hanya 3 ribu sampai 5 ribu rupiah. Biasanya harga tergantung dengan isian kumbu di dalamnya yang sangat menentukan rasanya.

Makanan khas Sulawesi Selatan ini juga bisa ditemani dengan canggoreng pallu/nasu yaitu sebuah kacang rebus yang juga dapat dengan mudah ditemui bersamaan dengan adanya gogoso.

10. Nasi Kuning Riburane

Nasi kuning adalah nasi dengan penampakan berwarna kuning karena diberi kunyit dan menggunakan santan agar rasanya lebih gurih daripada nasi putih biasa.

Meskipun bukan olahan asli dari Sulawesi, namun di Makassar terdapat warung legendaris yang bertempat di jalan Riburane No. 11 depan gedung RRI Makassar. Nasi kuning di sana dijual dengan dua pilihan porsi, yakni porsi besar dan porsi kecil, pilih saja sesuai kebutuhan.

Bahkan di kedai dengan nama Nasi Kuning Riburane Asuhan Hj. Istiah tersebut telah ludes terjual saat jam menunjukan pukul 11 siang. Jadi sangat disarankan datang sebelum jam 11, kalau bisa saat pagi sudah ikut mengantre.

Yang membuat istimewa nasi kuning ini adalah rasanya yang lebih gurih dengan rempah pilihan sebagai bumbu pembuatnya. Selain itu terdapat cukup banyak lauk pauk untuk dinikmati bersama nasi kuning, sebut saja abon, kentang kering, telur pindang rebus, sayur labu siam, dan semur daging.

Soal rasa jangan ditanyakan lagi, karena kuliner ini telah mendapat penghargaan Makassar Most Favourite (MMF) Award Cullinary kategori nasi sebanyak tiga kali beruntun.

Penghargaan tersebut memenangkan Nasi Kuning Riburane dari 2010 sampai 2012 yang dilakukan oleh Makassar Research untuk Majalah Makassar Terkini.

11. Sayur Ganemo

Sekarang berpindah ke Sulawesi Utara, tepatnya di kota Manado yang terdapat makanan bernama sayur ganemo.

Sayur ganemo sendiri merupakan istilah untuk makanan yang menggunakan daun melinjo, bunga pepaya, taoge pendek, dan potongan labu kuning dengan kuah bersantan.

Walaupun tergolong sederhana, namun nyatanya sayur ganemo tetap eksis sebagai makanan yang berasal dari Manado di umurnya yang kini semakin menua.

Dengan isian yang hampir selalu sayur-sayuran, sudah pasti akan sangat menyehatkan tubuh dan akan sangat baik untuk penurunan berat badan.

Bahan yang digunakan untuk membuat ganemo adalah daun melinjo yang masih muda, tomat, daun salam, lengkuas, irisan cabai merah, dan santan kental. Bisa juga itambah dengan sayuran lainnya, seperti bunga pepaya, taouge, dan labu.

Sedangkan untuk pembuatan bumbu halusnya memerlukan bawang putih dan bawang merah, terasi, kenari, dan garam.

Cara sederhana untuk membuatnya adalah dengan terlebih dahulu merebus santan sampai mendidih, lalu masukkan pula bumbu halus yang telah dibuat bersama lengkuas, tomat, cabai merah, dan daun salam.

Sebelum ikut masuk, biasanya sayuran tersebut ditumis terlebih dahulu dengan waktu singkat sampai agak layu baru dimasukkan ke wadah berisi santan. Setelah dirasa matang, sayuran ganemo bisa langsung disantap, entah sendiri atau bersama nasi.

12. Tinutuan

Makanan dengan nama tinutuan atau lebih dikenal dengan bubur manado ini berasal dari Sulawesi Utara, ada yang menyebutnya dari Manado, ada pula yang dari Minahasa.

Seperti kebanyakan bubur, tinutuan memiliki bentuk lembek dengan campuran sayuran yang cukup banyak, namun tak menggunakan daging.

Makanan yang dikatakan mulai dijual di sudut kota Manado tahun 1970 ini dibuat menggunakan bahan berupa beras, labu kuning (sambiki), bayam, daun gedi, kangkung, singkong, kemangi, dan jagung.

Warna khas yang tampak adalah kuning dengan beberapa warna hijau sayur menyembul keluar.

Kebanyakan masyarakat menyajikannya dengan ikan asin, sedangkan untuk orang Manado sendiri lebih sering menambahkan sambal roa, perkedel nike, perkedel jagung, dan tuna asap.

Selain itu masih ada banyak pula tambahan yang bisa dimasukkan ke dalam porsi tinutuan tersebut. Bahkan di lain kesempatan, ada pula penambahan mie hingga brenebon alias sup kacang merah khas dari Minahasa.

Bagi yang beragama Kristen, ada pula yang menambah kaki babi pada masakan ini, ada pula yang menambahnya dengan tetelan sapi pada sup kacang merah tersebut.

13. Lalampa

Lalampa merupakan olahan dari beras ketan dengan isian ikan cakalang yang dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk silinder lalu dibakar.

Penampilannya sekilas agak mirip dengan lemper dari Jawa, namun perbedaanya yang sangat menonjol adalah pada isiannya yang dari ikan cakalang. Tidak hanya itu, jika lemper hanya bisa dimakan setelah terlebih dahulu dikukus, beda halnya dengan lalampa yang harus dibakar.

Pembakarannya terbilang cukup unik, mengingat ada olesan minyak sayur di sekelilingnya agar aromanya makin nikmat dan rasanya meresap sampai ke dalam.

Lihat juga makanan khas betawi

Bahan-bahan untuk membuat makanan asli Sulawesi ini adalah beras ketan putih yang telah dicuci bersih, potongan daun pandan, garam, dan santan.

Sedangkan untuk isiannya memerlukan suwiran daging ikan tongkol asap yang halus, kunyit, daun jeruk purut, daun pandan, daun kemangi, dan minyak sayur.

Bumbu dari isian tersebut meliputi cabai keriting merah, cabai rawit merah, kemiri, garam, bawang merah, bawang putih, dan serai untuk dihaluskan nantinya.

Bumbunya yang tergolong banyak membuat rasanya sangat enak, sehingga sangat pas dimakan sambil ditemani dengan kopi hangat.

14. Klappertaart

Klappertaart merupakan makanan khas Sulawesi, tepatnya Manado, yang dipengaruhi oleh kebudayan Belanda zaman dahulu, sehingga terdapat bahan seperti tepung terigu, mentega, susu, telur, dan kelapa.

Cara memasaknya terbilang unik, karena beda cara masak, beda pula hasilnya. Cara pemasakan yang pertama adalah dengan cara dipanggang dan menggunakan roti, nanti akan menghasilkan kue tar padat namun bisa dipotong seperti kue tar lain.

Namun bila tidak dipanggang, nanti malah menjadi lembut sehingga akan meleleh saat masuk ke mulut. Oleh sebab itu, akan sangat pas bila dimakan saat kondisi dingin karena rasanya lebih mantap.

Klappertaart awalnya memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, namun karena kebanyakan orang tak suka makanan berkalori tinggi, kini klappertaart dibuat menggunakan bahan-bahan berkalori rendah.

Tujuan utamanya adalah untuk memanjakan orang diet yang ingin menikmati enaknya tar asli Manado.

Bahkan makanan yang telah menjadi ikon Manado ini telah masuk ke dalam jajaran 30 jenis makanan dari daerah nusantara, bersama dengan makanan lain dari berbagai daerah.

Makanya telah banyak produsen menawarkan klappertaart dengan berbagai varian rasa, mulai dari cokelat, durian, keju, bluberi, dan tak ketinggilan rasa original.

15. Panada

Panada adalah cemilan yang mirip dengan pastel, namun memiliki perbedaan mendasar pada bahan kulitnya dan isiannya.

Jika biasanya pastel dibuat dengan kulit pastry, maka panada dibuat menggunakan luaran dengan bahan pembuatan seperti roti.

Maksudnya kulitnya dibuat mirip roti, yaitu dibuat dengan tepung terigu, telur ayam, garam, dan ragi instan. Sedangkan untuk isiannya kebanyakan diisi dengan ikan, khusunya ikan cakalang yang melimpah di Sulawesi.

Walaupun kadang-kadang ada yang menggunakan isian daging ayam dan sayuran seperti pastel.

Dalam membuat panada, isiannya dibumbui dengan bumbu bernama bumbu panpis.

Apa itu? Yaitu ikan cakalang yang telah dimasak bercampur dengan bawang merah, daun bawang, cabai merah, daun jeruk, kemangi, serta bumbu rempah lain.

Di Manado sendiri, makanan yang dikatakan berasal dari Spanyol dan Portugis ini justru diberi rasa pedas sesuai lidah masyarakatnya.

Kebanyakan produsen menjualnya dengan dua ukuran, yakni yang besar dan kecil, jika pilih yang besar, maka perut lebih cepat kenyang.

16. Nasi Jaha

Nasi jaha adalah panganan asli Manado yang menggunakan bahan dasar beras ketan dan beras putih. Kedua bahan tersebut nanti akan diaron atau dikukus setengah matang lalu akan dicampur dengan santan.

Setelah pengukusan selesai, hasilnya nanti dimasukkan ke dalam bambu berlapis daun pisang.

Biasanya ukuran bambu untuk pemasakannya adalah 30 sampai 50 cm. Nantinya bambu berisi hasil kukusan tadi akan dimasak dengan perapian dari kayu bakar sehingga aroma dan rasanya lebih khas.

Tampilan dari nasi jaha kurang lebih mirip dengan lemang dari Sumatera Barat, namun itu hanya di tampilan, karena pada waktu menyantap, nasi jaha akan ditemani oleh cakalang pampis.

Jika lemang, teman makannya adalah tape ketan, sehingga agak berbeda. Penggunaan nasi putih pada nasi jaha juga membedakannya dengan lemang yang menggunakan beras ketan saja.

Rasanya untuk nasi jaha lebih lembut karena terdapat nasi putih dan akan terasa gurih di mulut berkat adanya santan.

Bahkan nasi jaha sampai sekarang masih setia menemani acara-acara pernikahan maupun upacara penyambutan tamu di daerah asalnya, Manado.

17. Halua Kenari

Dari namanya saja sudah tampak jelas bahwa halua kenari adalah kudapan yang dibuat dengan bahan dasar kacang kenari.

Kenari ini nantinya akan dibentuk menjadi halua dengan cara melelehkan dulu gula merah lalu nantinya kacang tersebut dimasukkan ke lelehan tersebut.

Saat menjadi dingin, halua kenari sudah bisa disantap dengan rasanya yang manis lalu akan ada rasa renyah dari kacangnya disetiap gigitan.

Jika ditelaah dari penjelasan di atas, halua kenari memang mirip dengan ampyang dari Jawa, namun perbedaannya terletak pada penggunaan kenari dan bentuknya yang memanjang.

Penggunaan kacang kenari sebagai bahan utama tak lepas dari maraknya pohon tersebut di Sulawesi Utara, jadi dengan dibuatnya halua kenari nilai jual kenari akan meningkat.

Di Manado sendiri, makanan ini akan dengan mudah ditemui di berbagai pusat oleh-oleh dengan harga bervariasi, mulai dari 10 ribu sampai 45 ribu. Harga tersebut dipatok dari ukuran dan banyak sedikitnya halua kenari.

Rasanya yang manis dan punya tekstur agak kasar, membuatnya akan sangat cocok bila dimakan saat sedang meminum kopi atau teh.

18. Kasoami

Di Sulawesi Tenggara ada makanan khas mereka yaitu kasoami yang terbuat dari ubi kayu atau lebih akrab disebut dengan nama singkong.

Pembuatannya dibuat dari bahan seperti tepung ubi kayu, tepung gaplek, atau dari ubi kayu hasil fermentasi. Dari kesemua bahan di atas, penggunaan tepung ubi kayu menjadi yang paling sering dipakai oleh masyarakat.

Lebih jelasnya, pengertian kasoami adalah makanan yang dibuat dengan bahan ubi kayu yang dikukus dengan cetakan tertentu yang umumnya berbentuk kerucut.

Pembuatan kasoami haruslah terlebih dahulu membuat kaopi atau tepung ubi kayu yang dibuat dari parutan ubi tersebut yang telah dihilangkan airnya sampai menjadi tepung.

Tepung hasil proses tersebut nantinya akan dimasukkan ke cetakan lalu dikukus sampai matang. Makanan khas Sulawesi yang kerap dibawa sebagai bekal perjalanan ini biasanya akan disajikan dan disantap bersamaan dengan ikan asin dan ikan bakar.

Bahkan di Buton, warganya akan menyajikan makanan ini saat acara hajatan maupun penyambutan sanak saudara karena memiliki arti yang melambangkan persaudaraan dan keakraban.

19. Kabuto

Jika di Jawa ada yang namanya gathot, maka di daerah Sulawesi Tenggara ada yang namanya kabuto yang keduanya sama-sama dibuat menggunakan bahan dasar berupa ketela pohon alias singkong.

Bahkan bila dilihat dari segi tampilan, keduanya hampir mirip, hanya saja yang membedakan adalah bahan pelengkapnya. Untuk gathot sendiri, biasanya akan diberi parutan kelapa dan garam, bahkan terkadang ditambah dengan gula agar rasanya manis.

Sedangkan untuk kabuto bahan pelengkapanya adalah ikan asin, walaupun ada parutan kelapa juga. Dengan kandungan karbohidrat tinggi, dulunya kabuto sering dijadikan makanan pokok para nelayan di wilayah pesisir, khususnya untuk daerah Muna.

Bahkan sampai sekarang masyarakat pesisir pantai Muna masih mengonsumsi makanan ini, sampai-sampai banyak pula yang menjualnya. Harga untuk satu porsi kabuto yang telah lengkap dengan tambahan ikan asin ini dihargai cuma 4000 sampai 5000 rupiah saja.

Selain akan memberikan rasa yang berbeda dari gathot karena pembuatannya dengan mengeringkan dulu ketela pohon asli tanah Sulawesi, juga karena ada tambahan ikan asinnya yang enak.

Selain ikan asin, kabuto juga bisa disantap dengan ikan goreng lain bersama dengan nasi agar makin mengenyangkan.

20. Lapa-lapa

Nama lapa-lapa mungkin kurang familiar di telinga orang diluar Sulawesi, namun bila membicarakannya di Sulawesi, maka semua orang akan tahu mengenai lapa-lapa.

Makanan tersebut dibuat menggunakan beras bersama dengan santan, cukup dua bahan itu saja, namun untuk memenuhi persyaratan lapa-lapa maka diperlukan janur.

Jika dilihat dari bahan, mungkin sebagian orang akan menyebutnya sebagai lepet khas Jawa. Namun ada banyak perbedaan mulai dari bahan, ukuran, hingga teman penyajian dari kedua panganan tersebut.

Lapa-lapa dibuat dengan cara memasak setengah matang beras yang telah bersih dengan santan yang dicampur jadi satu. Setelah dingin, campuran itu akan dibungkus kedalam janur kelapa yang nantinya akan diikat bagian luarnya agar tidak mudah copot.

Setelah itu lapa-lapa sudah siap untuk dimasak kembali sampai matang untuk dikonsumsi. Perbedaannya dengan lepet adalah kebanyakan lepet menggunakan beras ketan lalu ada isian kacang di dalamnya.

Penyajian lepet lebih sering tanpa teman, sedangkan lapa-lapa akan disajikan bersamaan dengan sate pokea atau sate kerang air tawar.

21. Sinonggi

Sinonggi merupakan makanan yang terbuat dari sari pati sagu, yang hampir mirip dengan papeda di Maluku atau kapurung di Sulawesi Selatan. Keduanya sama dalam hal bahan, dan cara pemasakannya, namun yang membuatnya berbeda adalah teman makannya.

Biasanya sinonggi akan dimakan bersama dengan sayur, kuah ikan, atau dabu-dabu alias sambal.

Bentuknya lengket seperti lem, dan menjadi makanan pokok bagi suku Tolaki sedari dulu, walaupun kini telah menjadi makanan sekunder setelah digantikan oleh nasi. Suku Tolaku sendiri adalah suku asli masyarakat kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Cara untuk membuatnya adalah dengan merendam pati sagu terlebih dahulu dengan air dingin selama satu malam di wadah yang agak besar, baskom misalnya.

Setelah mengendap sagu dicairkan dengan cara memberi air dingin secukupnya sambil menambah air mendidih. Sedikit demi sedikit air mendidih tadi ditambahkan, jangan lupa untuk mengaduk pati sagunya sampai mengental.

Setelah sinonggi siap, maka tambahan seperti sayur yang telah dimasak, sambal, dan kuah ikan bisa menemaninya menjadi santapan, apalagi saat sinonggi masih hangat, pasti enak.

22. Kaledo

Nama kaledo sebenarnya adalah akronim dari kata ‘kaki lembu donggala’ karena bahan utamanya adalah dari kaki lembu atau sapi.

Kaledo sendiri dapat dengan mudah ditemui di beberapa tempat makan di Palu, Sulawesi Tengah yang memang menjadi tempat lahirnya.

Makanan ini akan disajikan dengan sup kuah yang terkenal dengan rasa asam pedas, plus daging dari kaki sapinya yang empuk banget.

Untuk penyajiannya biasanya akan ditambah dengan nasi putih dalam wadah terpisah pada satu porsi kaledo di setiap kedai.

Bumbu-bumbu utama dalam pembuatan olahan kaki sapi ini meliputi asam jawa, garam, dan cabai rawit, sehingga rasa asam dan pedasnya sangat ketara.

Untuk bisa menikmatinya datang saja ke Palu menuju alamat Jalan Diponegoro No.40 karena disana ada warung penjualnya yang telah termasyhur bernama Kaledo Stereo.

Di sana cara memakannya adalah dengan menggunakan dua tangan, salah satu tangan memegang tulangnya, satu lagi untuk mencuili dagingnya.

Walaupun di sana ada pula kaledo tanpa tulang yang telah dipotong kecil, namun itu lebih sering dipesan oleh anak kecil.

23. Sayur Putungo

Kemudian di Sulawesi Utara, tepatnya di Gorontalo ada sayur khas masyarakat setempat bernama sayur putungo yang biasa dijadikan makanan sehari-hari.

Bahan-bahannya tergolong unik, karena terdapat jantung pisang, sedangkan bahan lain seperti ikan, cabai, dan kelapa adalah pelengkapnya.

Pengolahan sayuran ini harus terlebih dahulu merajangnya atau mengiris tipis-tipis bahan-bahan di atas untuk nantinya dijadikan sayur.

Kemudian terdapat pula kuahnya yang dibuat dengan tambahan milu, atau dikenal dengan jagung rebus.

Hasil rajangan dan kuah milu nantinya akan bercampur menjadi satu, itulah yang dinamakan dengan sayur putungo.

Rasa dari jantung pisang yang khas, kemudian kuahnya yang segar diberi rebusan jagung, membuatnya semakin gurih nan pedas. Apalagi masyarakat Gorontalo menyukai masakan pedas, membuat masakan ini juga memiliki rasa pedas yang kental.

Bahkan dikatakan tidak ada sayur putungo di Gorontalo yang tidak memiliki rasa pedas. Maka dari itu, agar rasa pedasnya bisa diatasi, makan saja bersamaan dengan nasi putih hangat, dan siapkan air minum.

24. Bubur Sagela

Ada banyak jenis street food yang memiliki rasa premium di daerah Gorontalo, salah satunya adalah bubur sagela. Sagela sendiri adalah ikan yang dikeringkan, sedangkan kebanyakan bubur sagela dibuat dari ikan roa.

Roa sendiri adalah sejenis ikan terbang yang dapat dengan mudah ditemui di sekitar perairan Sulawesi. Setelah ikan roa kering jadi, selanjutnya dagingnya harus diambil untuk bisa dijadikan menjadi bubur sagela.

Daging tersebut nantinya akan ditumbuk halus bersamaan dengan bahan lain seperti tomat, cabai, dan bawang. Hasil tumbukan ini juga sering disebut dengan sambal karena selain encer, juga karena memiliki rasa pedas seperti sambal pada umumnya.

Nantinya sambal ini akan disajikan bersama dengan bubur untuk memberi rasa yang lebih enak dan khas, apalagi saat disantap dalam keadaan hangat. Untuk menambah enak, biasanya satu porsinya akan ditambah dengan irisan mentimun atau kerupuk.

25. Sate Kambing Balanga

Sate kambing balanga merupakan olahan dari daging kambing yang dimasak dengan balanga atau bisa juga dimasak di wajan.

Walaupun namanya sate, sebenarnya olahan ini berbeda dengan sate kebanyakan, karena sama sekali tak menggunakan tusukan pada daging-dagingnya.

Pembuatnya adalah ibu Hanifah yang juga pemilik Rumah Makan Diva di Gorontalo yang punya resep turun-temurun.

Olahannya ini bahkan pernah dipamerkan di acara ‘Bango Berikan Inspirasi Kelezatan Hidangan Kuliner Kambing.

Bahan yang dipakai adalah daging kambing sebagai bahan utama, lalu ditopang olah rempah-rempah lain berupa jahe, cabai merah, bawang merah, ketumbar, serai, dan bawang putih.

Kemudian ada rempah lain yang menjadi kekhasan makanan ini, sebut saja jinten, lada, cengkeh, kayu manis, kapulaga, ketumbar, dan pala yang disangrai lalu dihaluskan.

Bahan pendukungnya adalah kecap, garam, dan minyak goreng. Cara memasaknya cukup menumis irisan bawang, lalu dimasukkan pula bahan di atas, termasuk bumbu halus dan daging kambing.

Aduk rata, kemudian beri tambahan seperti kecap, garam, dan lada secukupnya, sampai nanti daging menjadi empuk baru siap santap.

26. Kanre Santan

Di Pare-pare ada yang namanya kanre santan atau hidangan nasi bercampur dengan air santan yang ditambah dengan aneka lauk pauk. Masyarakat setempat kerap memanggilnya dengan kanse sebagai singkatan dari kanre santan.

Rasa gurih berkat santan akan langsung terasa saat nasi masuk ke mulut, apalagi ditambah dengan beberapa lauk yang menggugah selera.

Aneka lauk yang dapat dihidangkan adalah ikan tuna goreng dan daging bebek yang diiris kecil-kecil atau masyarakat menyebutnya nasu palekko serta berbagai menu lain.

Di daerah asalnya, banyak sekali orang yang menjajakan kanse, baik itu di pinggir jalan atau di warung-warung. Biasanya warung tersebut akan menyajikan kanse dengan lauk seperti daging ayam, bebek, telur, perkedal, dan mi dengan harga yang bervariasi.

Biasanya harga yang dipatok hanya Rp7.000 sampai Rp8.000 tergantung banyaknya lauk yang dipilih. Salah satu kedainya ada di Jalan Pertamina yang buka sampai malam hari, karena kanse lebih sering dinikmati publik pada waktu malam.

27. Kapurung

Kapurung adalah makanan khas dari kota Palopo, Sulawesi Selatan yang dibuat dari sagu berisi sayuran rebus. Aneka sayur yang dapat ditemui pada masakan ini adalah bayam, kacang panjang, hingga ada pula irisan jagung.

Untuk memberi rasa segar, kapurung akan disajikan bersamaan dengan kuahnya yang segar bewarna kecokelatan. Tidak hanya sayur saja yang dapat dipakai, karena ada lauk lain yang boleh masuk ke piring, meliputi udang, ikan, dan ayam.

Ciri khas dari olahan sagu yang biasanya didatangkan dari Masamba dan Larompong ini adalah rasanya yang sangat pedas, sehingga disukai khalayak ramai.

Bahkan di Makassar, sekitar 300 km dari Palopo, ada warung dengan nama kapurung Aroma Palopo Hj. Fatma yang letaknya ada di Jalan Mappanyukki Makassar.

Lihat juga makanan khas sunda

Di sana bahkan telah menjadi langganan para pejabat sampai artis top bila singgah ke Makassar. Apalagi uang yang dikeluarkan untuk membelinya cuma 20 ribu dan bila tambah lauk cukup membayar 25 ribu saja.

Setelah seharian memanjakan diri menikmati desir pasir Pantai Losari, kamu bisa beristirahat sembari mengisi perut dengan menyantap sejumlah makanan khas Sulawesi yang tersedia.

Kamu bisa memilih untuk menyantap makanan berkuah atau kering, makanan laut atau darat, dan bahkan kamu juga bisa mencoba menu tradisional khas suku Bugis di Sulawesi.



Tags: makanan khas sulawesi, Makanan khas sulawesi selatan, makanan khas sulawesi tengah, makanan khas sulawesi tenggara, masakan khas sulawesi, makanan di sulawesi, makanan khas sulawesi barat, makanan dan minuman khas sulawesi

Itulah tadi informasi dari judi poker mengenai Makanan Khas Sulawesi oleh - susukotakultra.xyz dan sekianlah artikel dari kami susukotakultra.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Saturday, July 25, 2020
no image

Makanan Khas Korea oleh - susukotakultra.xyz

Halo sahabat selamat datang di website susukotakultra.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Makanan Khas Korea oleh - susukotakultra.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Korea merupakan salah satu kota yang paling sering di kunjungi wisatawan, selain wisatanya juga karena kulinernya berikut ini kami sajikan beberapa makanan khas korea yang paling rekomended.

Dari sekian banyak negara yang menjadi tujuan wisata, Korea adalah salah satu yang diakui menjadi tujuan paling diminati oleh para pelancong dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dengan sejuta pesona dan keindahan alam yang dimilikinya, tak heran memang jika Korea menjadi salah satu negara tujuan wisata terbesar di kawasan Asia.

Berbicara mengenai Korea, khususnya perihal urusan wisata, ada yang menarik darinya.

Selain tempat-tempat indah yang sangat cocok dijadikan spot untuk bersantai dan berfoto ria, Korea juga dikenal akan masakannya yang khas.

Jika saat ini kamu sedang berada di Korea atau hendak mengunjungi Negeri Ginseng.

Pada kesempatan ini MakananOlehOleh.com akan ajak kamu mengenal sederet makanan khas Korea yang terkenal dan paling digemari banyak orang. Ada apa saja?

Makanan Khas Korea yang Terkenal

Kimchi

Yang pertama adalah kimchi. Untuk mereka yang demam Korea pasti sudah tak asing dengan makanan khas Korea ini.

Kimchi adalah makanan yang sangat disukai oleh orang Korea karena terdapat cita rasa khas lidah orang Korea, yakni asam dan pedas.

Untuk kamu yang belum tahu, kimchi adalah acar sayuran yang juga dibuat di negara-negara lain. Semisal di Jerman ada sauerkraut, Cina ada paocai, Jepang ada tsukemono, dan India ada achar.

Kimchi asal Korea bukan hanya menawarkan cita rasa yang cocok untuk lidah mayoritas penduduknya, melainkan juga aroma yang tajam.

Makanan yang berasal dari Korea ini sekrang sudah tersebar di banyak negara, termasuk Indonesia.

Kamu bisa mencoba kimchi di restoran-restoran a la Korea. Di negara-negara selain Korea, kimchi biasa dihidangkan bersama mie goreng, sushi, hot dog, hamburger, dan taco.

Penggunaan tersebut adalah sesuatu yang wajar mengingat kimchi sendiri sebenarnya adalah makanan pelengkap, bukan sajian utama.

Samgyeopsal

Di lidah orang Indonesia, mungkin nama makanan khas Korea satu ini agak sedikit sulit untuk dilafalkan.

Samgyeopsal atau samɡjʌp̚sal orang Korea menyebutnya adalah hidangan yang menyajikan bahan utama berupa daging perut babi panggang dengan tekstur yang tebal dan berlemak.

Daging babi yang disajikan pada umumnya tidak diberi bumbu alias hanya dipanggang begitu saja di atas pemanggang yang ada di meja-meja restoran.

Setelah daging matang, barulah diberi bumbu sederhana berupa saus pedas. Daging bagian perut babi di Korea sendiri menjadi bagian paling favorit untuk 85% orang dewasa [informasi berdasarkan survei yang dilakukan oleh Koperasi Pertanian Korea pada tahun 2006].

Lihat juga makanan khas jepang

Setidaknya samgyeopsal disantap satu kali dalam seminggu. Ada satu yang unik dari samgyeopsal di mana daging yang digunakan adalah daging impor, bukan daging lokal.

Alasannya, daging yang diimpor dari negara lain seperti Belgia dan Belanda mempunyai harga yang lebih murah dibanding daging babi dalam negeri.

Bibimbap

Jika kamu sudah bosan menyantap kimchi dan ingin menjajal menu lainnya yang masih berasal dari tanah Korea, mungkin bibimbap bisa menjadi salah satu alternatif kamu.

Bibimbap adalah masakan Korea berbentuk nasi putih dengan taburan lauk di atasnya.

Dalam bahasa Korea, “bibim” berarti “nasi”. Jadi, bibimbap merujuk pada nasi yang dicampur dengan lauk. Dahulu, makanan khas Korea Selatan ini berasal dihidangkan untuk sesaji yang dipersembahkan pada arwah leluhur.

Penyajian bibimbap dilakukan di dalam mangkuk yang terbuat dari batu yang sudah dipanaskan. Pada bagian atas bibimbap biasanya dituangkan telur mentah yang akan matang melalui panas mangkuk.

Selain itu, bibimbap juga sedikit berminyak dikarenakan pada bagian dasar mangkuk dituangkan minyak wijen sebelum dimasukkan nasi.

Tujuan penuangan minyak wijen tersebut tak lain untuk membentuk lapisan kerak nasi yang harum dan garing di dasar mangkuk.

Bulgogi

Bulgogi juga termasuk makanan khas Korea yang sangat terkenal. Makanan satu ini juga menggunakan olahan daging, sama seperti samgyeopsal.

Bedanya, jika samgyeopsal menggunakan daging babi, sedangkan bulgogi memakai daging sirloin atau daging sapi pilihan.

Bulgogi pada umumnya disajikan bersama kimchi, bawang putih, atau bumbu penyedap lain yang disatukan dalam bungkusan daun selada.

Bumbu bulgogi terbuat dari campuran gula dan kecap asin yang ditambahkan rempah-rempah lain asal Korea. Selain di Korea, makanan sejenis bulgogi juga bisa ditemukan di Jepang yang diberi nama yakiniku.

Perbedaannya, bumbu yakiniku tidak terlalu manis, sementara bulgogi dibuat lebih manis. Untuk membuat bulgogi, orang Korea tidak menggunakan plat besi datar atau teppan untuk mematangkannya, melainkan dengan panci datar.

Haejangguk

Selain di Indonesia yang banyak terdapat masakan berbahan dasar daging dan jeroan sapi, Korea juga punya makanan serupa yang menggunakan daging dan jeroan sapi sebagai bahan baku utamanya.

Makanan khas Korea yang satu ini dikenal unik oleh penduduk Korea. Pasalnya, ada orang yang menyantap sup haejangguk untuk obat mabuk. Penggunaan haejangguk sebagai obat mabuk telah menjadi mitos klasik di Korea.

Daging dan bagian perut sapi yang dipilih untuk membuat haejangguk kebanyakan menggunakan daging yang berkualitas. Oleh karenanya, panganan ini dijual dengan harga yang lumayan tinggi.

Tapi banyak warga Korea yang mengaku tidak peduli dengan harganya karena yang terpenting makanan yang menjadi santapannya dibuat dengan bahan-bahan bermutu dan diproses dengan standar yang tinggi pula.

Sundubu Jjigae

Pecinta makanan bercita rasa pedas wajib hukumnya untuk menjajal salah satu makanan khas Korea. Sundubu jjigae namanya, adalah makanan berkuah berbentuk sup yang menghidangkan tahu pedas.

Tahu untuk membuat sundubu jjigae dikenal dengan sebutan tofu atau tahu sutera. Tekstur dari tahu sutera sangat lembut dipadukan dengan kuah kaldu sapi pedas berwarna merah.

Di samping tofu, sundubu jjigae juga dilengkapi dengan olahan seafood semisal kerang hijau dan udang. Selain olahan laut, ada juga pelengkap lain seperti suwiran daging ayam atau sapi dan telur setengah matang.

Untuk semangkuk sundubu jjigae biasanya dimakan bersama nasi putih. Panganan yang selalu menjadi buruan wisatawan asing di Korea ini sangat cocok sebagai hidangan saat cuaca bersalju atau hujan.

Nakji Bokkeum

Setelah bekerja seharian, orang Korea biasanya mencari pelampiasan dengan kuliner yang enak dan pedas. Salah satu dari sekian banyak makanan khas Korea yang dijadikan incaran adalah nakji bokkeum.

Apa itu nakji bokkeum? Nakji bokkeum adalah hidangan berbahan dasar gurita yang digoreng sampai kering. Penyajian udang goreng kering biasanya dilakukan bersama tumisan sayur atau dijadikan menu pendamping untuk mie khas Korea.

Nakji bokkeum menyimpan karakteristik sebagai panganan Korea. Rasanya yang pedas bisa menggugah selera makan agar semakin lahap menyantapnya.

Rasa pedas yang dimiliki merupakan hasil dari penggunaan pasta cabe yang membumbui gurita dan tumisan sayur.

Untuk mereka yang tak terbiasa dengan masakan Korea menganggap makanan satu ini sangatlah pedas. Jadi tak jarang dari mereka yang mencampur nakji bokkeum dengan nasi agar pedasnya bisa berkurang.

Sup Seolleongtang

Kebiasaan orang Korea dalam kegiatan santap saji adalah menyiapkan hidangan berkuah, khususnya sup, pada meja makan. Dari kebiasaan tersebut, negara Korea dikenal akan supnya yang beragam.

Dari sekian banyak sup khas Korea, ada satu yang cukup terkenal. Namanya sup seolleongtang yang menggunakan bahan dasar tulang-tulang dan bagian dalam tubuh sapi. Karena menggunakan bahan dasar daging, sup seolleongtang dimasak dalam waktu yang lama.

Seolleongtang sendiri adalah hidangan yang konon ketika dahulu dijadikan santapan rakyat yang dipersembahkan oleh raja Joseon setelah melaksanakan upacara selamatan di sebuah tempat yang dinamakan Seonnongdan.

Biasanya, seolleongtang dimakan bersama nasi putih yang dicampurkan ke dalam sup.

Untuk menambah kekayaan bahannya, orang Korea memberikan lauk tambahan seperti kimchi sawi dan lobak.

Jeongol

Makanan khas Negeri Ginseng berikutnya adalah Jeongol. Jeongol ini adalah panganan berupa mie khas Korea bertekstur kenyal sejenis shabu-shabu yang berasal dari Jepang.

Setali tiga uang dengan shabu-shabu khas Jepang, jeongol juga berisikan sayur-sayuran yang direbus bersama daging, olahan laut, da bahan-bahan tambahan lain.

Selain itu, pada jeongol juga ditambahkan tteok. Untuk kamu yang tidak tahu, tteok adalah makanan tradisional khas Korea yang terbuat dari tepung beras.

Untuk membuat jeongol, ada panci khusus yang dinamakan jeongoiteul yang bisa menampung semua bahan pembuatannya.

Cara menyajikan jeongol biasanya langsung dalam porsi besar sehingga dapat dinikmati oleh 4 â€" 6 orang.

Menyinggung soal rasanya, jeongol bukan cuma kaya akan sayur-sayur yang menyehatkan, melainkan juga menyimpan kelezatan yang berpadu dengan bumbu-bumbu dan kuah kaldunya.

Jjampong

Semua orang tahu kalau Korea merupakan negara empat musim yang rata-rata di setiap musimnya pasti dingin.

Mungkin berangkat dari kondisi iklim yang ada, masyarakat Korea lebih banyak menyajikan masakan berkuah dengan cita rasa yang pedas. Salah satu makanan khas Korea yang memiliki kriteria semacam itu adalah jjampong.

Jjampong atau champong adalah olahan mie kuah yang disajikan bersama sayur dan produk laut.

Soal rasanya, jjampong sudah cukup untuk menantang kemampuan lidah dengan tingkat kepedasan yang dimilikinya.

Untuk diketahui, meskipun jjampong adalah makanan yang terkenal di Korea, namun makanan ini sebenarnya adalah pengaruh dari Jepang dan Tiongkok. Orang Korea biasa menyantap jjampong untuk menghangatkan perut.

Miyeokguk

Jika kamu sedang mencari makanan khas Korea yang halal, kamu bisa mencoba miyeokguk. Miyeokguk adalah sup yang terbuat dari miyeok alias sayuran laut.

Kuah kaldu untuk miyeokguk biasanya terbuat dari kerang, ikan teri, dan daging sapi. Makanan ini juga sangat cocok untuk kamu yang tidak suka dengan masakan pedas.

Pasalnya, bumbu pedas pada miyeokguk tidak mengandung cabai, melainkan hanya kedelai, bawang putih, biji wijen panggang, acar udang, dan garam.

Di Korea, miyeokguk banyak dikonsumsi oleh wanita pasca hamil. Ada alasan mengapa miyeokguk menjadi santapan wanita Korea setelah melahirkan, yakni karena makanan ini diyakini secara luas mengandung nutrisi penting seperti kalsium dan yodium yang dibutuhkan oleh ibu laktasi.

Selain disantap selama dan setelah melahirkan, miyeokguk juga memiliki nilai budaya.

Miyeokguk juga dimakan untuk sarapan pada saat perayaan hari ulang tahun di mana maksudnya untuk mengingat ibu mereka dan menghargai bagaimana ibu mereka dahulu makan miyeokguk untuk memulihkan dan memberikan asupan nutrisi pada bayinya.

Tteokbokki

Tteokbokki merupakan panganan asli Korea yang terbuat dari tepung beras yang dimasak bersama bumbu gochujang pedas manis.

Gochujang sendiri sangat terkenal di Korea sebagai bumbu yang sangat penting dan hampir selalu ada pada setiap makanan khas Korea yang mempunyai cita rasa pedas.

Tteokbokki dikenal oelh masyarakat Korea sebagai makanan rakyat yang banyak dijual di pijangmacha (sejenis angkringan kalau di Indonesia).

Pada mulanya, tteokbokki disebut dengan gungjung tteokbokki. Ketika itu, atau tepatnya pada masa kerajaan Joseon, makanan khas Korea ini berupa huintteok yang menggunakan bumbu kecap asin bersama daging sapi, kecambah kacang hijau, wortel, bawang bombay, peterseli, shiitake, dan bagogari.

Cita rasa tteokbokki masa itu berbeda dengan tteokbokki berbumbu cabai yang dikenal sekarang. Adapun tteok yang digunakan bisa terdiri dari 5 macam warna yang melambangkan Korea, yakni putih, merah, biru, uning, dan hitam.

Japchae

Untuk berikutnya, ada japchae. Japchae adalah makanan khas Korea berupa sohun atau dang myeon yang diolah bersama aneka macam sayuran dan daging sapi.

Panganan ini termasuk lauk pendamping dalam tradisi kuliner Korea atau orang Korea menyebutnya dengan banchan atau panchan.

Karena japchae termasuk makanan tradisional dan mengandung nilai tradisi, maka keberadaan lebih sering dijumpai pada saat pesta dan perayaan khusus.

Japchae juga termasuk makanan dengan bahan yang dinamis. Untuk sayurnya, biasanya yang dipiliha dalah sayur yang sedang musim.

Tapi pada umumnya, sayur yang dihidangkan bersama daging sapi terdiri dari wortel, jamur shiitake, paprika, bawang bombay, dan spinacia.

Sayuran tersebut dipotong kecil-kecil memanjang dan ditumis secara terpisahkan dengan bumbu berupa bawang putih, kecap asin, dan gula pasir.

Japchae yang sudah matang bisa dimakan dengan nasi sebagai lauk utama.

Samgyetang

Jika kamu mencari makanan halal khas Koera selain miyeokguk, maka samgyetang bisa menjadi pilihan selanjutnya.

Samgyetang juga termasuk sup khas Korea. Bahan utama yang disajikan dalam samgyetang adalah ayam muda utuh yang direbus dalam panci kecil di atas api kecil selama 2 â€" 3 jam hingga dagingnya empuk untuk hidangan satu orang alias satu porsi saja. Hidangan ini biasanya dimakan bersama anggur ginseng.

Lihat juga makanan khas jogja

Samgyetang tergolong ke dalam makanan tradisional yang sarat gizi. Orang Korea biasa membuat dan menyantap samgyetang pada saat musim panas sehingga tubuh tidak mudah lemas.

Ada waktu-waktu khusus untuk menyantap hidangan ini selama musim panas, yakni pada tiga hari istimewa: chobok, jungbok, dan malbok.

Jika kamu mau mencoba makanan ini, samgyetang banyak dijual di rumah makan khusus samgyetang yang biasanya selalu ramai pembeli.

Doenjangjjigae

Ingin makanan khas Korea yang halal lainnya? Doenjangjjigae jawabannya. Doenjangjjigae adalah makanan berkuah dengan bahan utama berupa doenjang.

Makanan ini juga sama seperti japchae yang bahan-bahannya tergantung musim. Pada musim panas, biasanya doenjangjjigae dihidangkan bersama tambahan jamur.

Sedangkan di musim dingin, doenjangjjigae ditambahkan daun lobak. Adapun bahan lain yang pasti ada antara lain irisan cabai, mentimun, dan tahu rebus.

Doenjangjjigae termasuk makanan khas Korea yang bergizi tinggi. Kandungan protein yang dimiliki oleh panganan ini bisa menambah asupan gizi tubuh.

Sup doenjang biasanya dijual di restoran-restoran Korea. Harga dari makanan ini sangat terjangkau untuk semua kalangan.

Untuk kamu yang penasaran ingin mencobanya, doenjangjjigae sendiri mempunyai ciri khas pada rasanya yang asin dan pedas.

Galbi

Galbi dalam bahasa Korea berarti iga atau daging yang melekat pada sekitaran tulang iga.

Sementara dalam bentuk makanan, galbi atau galbi-gui adalah makanan khas Korea yang juga memakai bahan utama adging iga sapi yang dipanggan dan dipotong pendek-pendek. Selain menggunakan iga sapi, galbi juga bisa dibuat dengan iga babi.

Pengolahan galbi bisa dengan bumbu ataupun tanpa bumbu. Jika dibumbui yang digunakan antara lain sari buah pir asia, kecap asin, gula, arak beras, bawang putih, dan minyak wijen.

Pada galbi yang mamakai bumbu, ketika proses pemanggangan daging iga biasanya diiris mengikuti jalur tulangnya dengan tujuan agar saus atau bumbunya bisa meresap ke dalam daging dan dagingnya juga bisa lebih cepat matang.

Galbi atau kalbi pada rumah-rumah makan biasanya dihidangkan langsung di meja makan pengunjung.

Daging yang sudah matang kemudian dibungkus pakai daun selada, daun perilla, atau daun sayur-sayuran lainnya.

Setelah dibungkus, bungkusan galbi dicelupkan ke dalam saus bernama ssamjang sehingga memberikan cita rasa yang lezat.

Hoe

Hoe atau orang Korea menyebutnya hwe adalah istilah yang dipakai untuk merujuk makanan Korea yang berbahanutamakan potongan ikan segar atau daging mentah.

Benar, hoe adalah makanan khas Korea yang disajikan dalam keadaan tidak dimasak.

Untuk irisan daging ikan segar atau makanan lautnya, orang Korea memberi nama saengseon hoe. Sedangkan daging sapi yang diberi bumbu mempunyai nama yukhoe.

Ada juga gan hoe yang merupakan hati sapi mentah berbumbukan minayk wijen dan garam. Atau hongeonoe, yakni irisan daging ikan pari yang difermentasi dalam guci.

Hoe biasanya disajikan dengan saus cocol yang terbuat dari gochujang dan cuka. Sama dengan galbi, sebelum menyantap hoe daging ikan atau sapinya dibungkus terlebih dahulu pakai daun selada.

Di rumah-rumah makan, seusai menikmati hoe biasanya orang Korea juga memesan sup ikan yang bernama maeuntang.

Makchang Gui

Pada daftar makanan khas Korea yang ditampilkan pada tulisan ini, ada beberapa yang halal dan non-halal.

Selain samgyeopsal, bulgogi, dan galbi yang terkadang juga memakai daging babi, ada lagi masakan Korea yang menggunakan bagian dalam babi, seperti makchang gui misalnya.

Makchang gui sendiri adalah hidangan khas Korea yang menyajikan usus besar daging babi yang telah melewati proses pemanggangan.

Selain usus besar, makchang juga sering menggunakan usus kecil babi atau gopchang. Hidangan ini dihidangkan bersama irisan daun bawang dan saus doenjang.

Makchang gui kerap dikonsumsi sebagai teman minum arak oleh orang Korea. Menurut catatan sejarah, makchang gui berasal dari Daegu dan sekitar kawasan Gyeongsang.

Budae Jjigae

Jjigae secara harfiah diartikan sebagai sup dalam bahasa Korea. Ada banyak macam jjigae di Korea, seperti sundubu, doenjang, dan kali ini adalah budae.

Budae jjigae adalah sup buatan Korea yang dimasak dengan ham dan daging kalengan. Berdasarkan kisah yang beredar, budae jjigae pertama kali ada pada saat berakhirnya Perang Korea di mana rakyatnya mengalami krisis bahan pangan.

Ketika itu, rakyat yang tinggi di Uijeongbu memanfaatkan kelebihan bahan pangan dari pangkalan militer Amerika Serikat yang berupa ham dan daging kalengan.

Dua bahan utama tersebut dimasak dengan bumbu khas Korea, yakni gochujang sehingga mempunyai cita rasa yang sangat pedas.

Penduduk Uijeongbu merebus budae jjigae dalam panci besar. Tanpa disangka, makanan tradisional ini ternyata masih tetap bertahan hingga sekarang.

Di Korea Selatan sendiri, banyak restoran yang menyertakan hidangan ini dalam menunya.

Untuk saat ini, sudah banyak variasi-variasi budae jjigae seperti terdapatnya tambahan bahan semisal jamur, sayuran, mie instan remyeon, kimchi, mmakaroni, tteok, dan keju.

Kimchi Jjigae

Jika kimchi adalah panganan sejenis acar dan jjiage berarti sup, maka makanan khas Korea ini bisa dikenali sebagai makanan berupa sup pedas yang berisikan sayuran.

Adapun jenis sayuran yang disajikan dalam panci bersama kuah kaldu supnya adalah sawi putih dan daun bawang. Selain itu, juga terdapat tambahan bahan seperti tahu, produk hasil laut, atau daging babi.

Kimchi jjigae biasa dihidangkan oleh orang Korea sebagai menu utama pada santap nasi.

Menurut pengakuan kebanyakan warga, kimchi jjigae ini tak perlu dibeli di restoran karena bahan-bahannya mudah didapat sekaligus cara membuatnya pun tidak sulit.

Sup kimchi pada umumnya dihidangkan di tengah-tengah meja berikut pancinya atau bisa diganti dengan panci keramik berukuran kecil (ttukbaegi) dengan pelengkap berupa lauk pendamping atau banchan.

Maeuntang

Masih berkutat tentang sup khas Korea, kali ini ada maeuntang.

Apa itu maeuntang? Untuk kamu yang belum tahu, maeuntang adalah masakan berjenis sup yang menggunakan ikan air tawar atau laut segar sebagai bahan utamanya.

Ikan yang dipilih untuk dijadikan maeuntang kemudian direbus bersama saus gochujang yang terkenal pedas. Maeun sendiri dalam bahasa Korea berarti pedas dan tang berarti sup.

Sup pedas atau maeuntang tak hanya menyajikan ikan, tetapi ada juga bahan lain seperti sayuran hijau, daging sapi, tahu, zucchini, lobak, dan bumbu rempah. Maeuntang termasuk menu sup yang hampir dijual di sebagian besar restoran Korea.

Biasanya, pembeli yang ingin memesan maeuntang bisa memiih ikan yang diingikan dari aquarium. Ikan yang umumnya digunakan oleh pembeli antara lain ikan kerapu, kod, kakap merah, tigawaja, trout, dan ikan mas.

Hoedeopbap

Hoedeopbap adalah sajian khas Korea yang berisikan nasi, ikan mentah yang dipotong dadu, dan berbagai jenis sayuran seperti selada, mentimun, dan daun wijen.

Untuk melahirkan rasa, penduduk Korea menambahkan bumbu wajib masakan Korea yakni chogochujang yang mana terbuat dari campuran cuka, gochujang, dan gula.

Adapun jenis ikan yang dipilih untuk dibuat hoedoepbap umumnya ialah ikan halibut, tuna, dan salmon.

Teknik menyajikan hoedeopbap hampir sama dengan cara makan bibimbap, yakni menggunakan sendok di mana pertama-tama semua bahan di dalam mangkuk diaduk hingga tercampur.

Saat ini sudah ada variasi hoedoepbap yang dibedakan bahan-bahannya, seperti gajami hoedoepbap yang menggunakan sole dan gul hoedeopbap yang menggunakan dari tiram mentah.

Kongnamul

Kongnamul adalah salah satu banchan yang pada kuliner Korea merujuk pada lauk pendamping untuk berbagai hidangan utama. Kongnamul kerap disertakan sebagai bahan dasar pembuatan bibimbap.

Makanan khas Korea ini menggunakan kecambah kedelai atau menyerupai tauge yang kemudian menjadi istilah untuk kecambah itu sendiri dalam bahasa Korea.

Menurut rekaman sejarah, kongnamul diperkirakan telah ada sejak masa Tiga Kerajaan Korea atau awal periode Goryeo.

Kecambah yang digunakan untuk membuat kongnamul diolah dengan cara direbus yang kemudian dikeringkan.

Kecambah rebus yang sudah kering selanjutnya dibumbui dengan kecap, minyak wijen, biji wijen, bawang putih, bubuk cabai, dan daun bawang cincang. Kongnamul biasanya dihadirkan pada sejumlah hidangan, mulai dari hidangan nasi kukus hingga makanan laut.

Kongnamul yang terkenal di Korea antara lain kongnamulbap, kongnamulguk, dan kongnamulgukbap.

Naengmyeon

Pada musim dingin, masyarakat Korea banyak memburu makanan yang bisa menghangat perut semisal sup.

Namun bila musim panas tiba, biasanya mereka berganti hidangan ke makanan dingin. Salah satu makanan khas Korea yang menyajikan menu dalam keadaan dingin adalah naengmyeon.

Naengmyeon adalah mie dingin yang sangat populer saat Korea memasuki musim panas. Makanan dingin naengmyeon berbentuk hidangan mie tipis dan kenyal yang terbuat dari gandum serta kentang atau tepung ubi jalar.

Naengmyeon memiliki dua jenis hidangan, tergantung pada penyajiannya. Pertama ada mul naengmyeon atau pyeongyang yang mana mie disajikan bersama kuah kaldu yang umumnya diracik menggunakan kaldu sapi atau dongchimi.

Sedangkan jenis naengmyeon lainnya adalah bibim naengmyeon. Bibim naengmyeon atau hamheung disajikan bersama saus merah bercita rasa pedas.

Hidangan naengmyeon sendiri lebih populer di Korea Selatan setelah konflik Korea di mana banyak orang dari Korea Utara yang lari menuju Korea Selatan.

Jajangmyeon

Korea termasuk negara yang paling banyak memiliki jenis mie. Bahkan, mie telah dimasukkan ke dalam makanan pokoknya sehari-hari.

Jajangmyeon merupakan salah satu jenis mie di Korea yang terbuat dari tepung gandum.

Ada cukup banyak variasi dari jajangmyeon, seperti ganjajangmyeon, samseon jajangmyeon, dan samseon ganjajangmyeon.

Perbedaan antara masing-masing jajangmyeon terletak pada cara penyajian dan campuran yang digunakan untuk sausnya.

Saus yang umumnya digunakan untuk menemani santap jajangmyeon adalah saus pasta kedelai hitam.

Untuk menambah kenikmatannya, tak jarang dari penduduk Korea yang menambahkan makanan laut semisal cumi-cumi, teripang, dan udang ke dalam sausnya.

Saus pasta yang bercampur dengan makanan laut [ikan tidak termasuk, red] adalah salah satu variasi dari jajangmyeon, yakni samseon jajangmyeon.

Kalguksu

Masih seputar hidangan mie dari Korea, untuk kali ini ada kalguksu. Kalguksu adalah mie yang juga sering dijumpai di Korea.

Makanan khas Korea ini dibuat dengan tangan sehingga memiliki ciri khasnya sendiri dibandingkan sajian mie-mie Korea lainnya.

Kalguksu kerap dimasukkan ke dalam mangkuk besar yang telah diberi kaldu dan bahan-bahan lain untuk dihidangkan.

Kalguksu juga termasuk mie dingin sehingga panganan ini paling sering muncul ketika Korea mulai memasuki musim panas.

Kalguksu atau guksu sendiri diartikan sebagai adonan yang dipotong pakai pisau [Kal dalam bahasa Korea berarti pisau]. Mie dingin satu ini termasuk hidangan sederhana.

Jika kamu ingin menjajal kalguksu, kamu bisa berkunjung ke salah satu restoran yang terkenal di daerah Myeongdeong, Seoul.

Restoran tersebut bernama Myeongdong Gyoja yang sudah berdiri selama 47 tahun dalam menyajikan kalguksu.

Bossam

Bossam adalah salah satu ssam atau dalam bahasa korea berarti masakan Korea yang biasa dihidangkan dalam bungkusan daun sayur segar.

Umumnya, yang dibungkus menggunakan daun untuk bossam adalah daging babi rebus yang pada bagian atasnya disertakan kimchi.

Sementara daun yang biasa dipakai untuk membungkus daging sehingga membentuk bossam adalah daun selada. Bossam umumnya dihidangkan bersama bumbu penyedap.

Bumbu penyedap untuk dicocolkan bossam sendiri terdiri dari beberapa campuran bahan seperti saus, ssamjang, bawang bombay, dan irisan bawang bombay.

Perlu diketahui, kimchi yang dimakan bersama bossam adalah bossam kimchi yang dibuat dengan tambahan bahan bermutu seperti gurita, udang, dan tiram.

Sementara daging babi yang biasa dipilih untuk bossam adalah bagian perutnya yang kemudian direbus bersama jahe dan bawang putih.

Mandu

Jika kamu pernah menyantap siomay atau setidaknya tahu bagaimana tampilan dari siomay yang terkenal seantero nusantara itu, maka mandu adalah panganan semacam itu.

Bedanya, mandu terbuat dari beragam bahan-bahan yang menyehatkan seperti daging, sayuran, dan kimchi. Selain mirip dengan siomay, makanan khas Korea ini juga sejenis dengan dimsum.

Mandu sendiri mempunyai bentuk seperti pangsit yang mana kulitnya terbuat dari tepung gandum. Kulit mandu yang sudah berisikan aneka isian biasanya dijadikan sajian utama bersama kaldu.

Orang Korea menyebutnya dengan manduguk atau sup mandu. Sup mandu paling sering disantap oleh masyarakat Korea ketika musim dingin dan saat tahun baru Lunar.

Galbitang

“Tang” dalam bahasa Korea berarti sup yang juga merujuk pada padanan kata “guk” sehingga makanan khas Korea ini juga biasa dipanggil dengan nama galbitguk.

Galbitang atau galbitguk adalah masakan Korea sejenis sup yang menyajikan rebusan tulang iga sapi. Cara memasak galbitang hampir sama dengan jangguk, gomguk, dan malgeunjangguk.

Kuah yang digunakan untuk merendam galbi atau tulang iga sapi umumya diberi tambahan saus kecap. Kuah atau kaldu dari galbitang sendiri dihasilkan dari daging yang direbus lama.

Tekstur daging iga pada panganan ini lembut. Penyajian galbitang biasa dilakukan bersama bawang yang dicincang halus.

Galbitang sendiri secara tampilan sebenarnya sangat sederhana. Biasanya galbitang menjadi sajian yang dipersembahkan untuk para tetamu yang mampi ke rumah.

Cheonggukjang Jjigae

Cheonggukjang jjigae digolongkan ke dalam makanan khas Korea yang unik. Pasalnya, salah satu bahan yang diikutsertakan hingga panganan ini bisa disantap adalah air bekas cucian beras.

Sebenarnya, apa cheonggukjang jjigae itu? Jika kamu baru pertama kali mengenal makanan ini, cheonggukjang jjigae adalah gulai daging yang menggunakan pasta kedelai sebagai bumbunya.

Bumbu pasta pada cheonggukjang jjigae terbuat dari kedelai yang telah difermentasi.

Nah, dikarenakan sausnya berupa kedelai yang terfermentasi, maka orang Korea menggunakan air cucian beras dengan tujuan agar bau kurang sedapd ari kedelai bisa hilang sekaligus meningkatkan bau sedap pada makanan sehingga bisa lebih dinikmati saat menyantapnya.

Nurungji

Nurungji di Korea mungkin mirip dengan rengginang khas Indonesia. Bedanya, jika rengginang sengaja dibuat dari beras ketan yang dikeringkan, nurungji justru menggunakan kerak sisa-sisa nasi yang menempel pada panci penanak nasi atau gamasot disbeutnya.

Kerak nasi tersebut diambil untuk dijadikan camilan. Biasanya, kerak nasi yang menempel pada permukaan dalam panci gosong dan menjadi kekuning-kekuningan.

Pertama kali nurungji lahir pada saat terjadi kekurangan bahan pangan di masa lalu. Ketika itu, para istri mengonsumsi nurungji, sementara kaum pria tidak mengonsumsinya.

Setelah melewati krisis pangan, nurungji ternyata masih diminati hingga detik ini. Bahkan, sekraang nurungji telah dikembangkan dan dimodifikasi hingga berbentuk permen, kue, dan minuman. Nurungji yang disajikan sebagai minuman dinamakan sungnyung.

Hoddeok

Hoddeok adalah makanan ringan khas Korea yang biasa dijajakan oleh pedagang yang berjualan di tepi-tepi jalan negara Korea Selatan. Jika di Indonesia, hoddeok hampir sama dengan pancake.

Cita rasa dari hoddeok manis. Panganan ini terbuat dari adonan tepung terigu, air, susu, gula, dan ragi.

Bahan-bahan adonan yang sudah dicampur untuk dibuat hoddeok kemudian diisikan dengan campuran gula merah, madu, kacang, dan kayu manis.

Hoddeok sendiri bisa diolah menggunakan dua metode, yakni dipanggang seperti sandwich atau digoreng dan dipipihkan di atas hot plate.

Karena bahan isian hoddeok kebanyakan bercita rasa manis, kue ini menjadi makanan favorit anak-anak di Korea.

Apabila kamu penggemar berat drama Korea, hoddeok baisanya banyak diekspose kamera. Orang Korea biasa menyantap hoddeok saat musim dingin untuk mengganjal perut.

Gopchang

Selain samgyeopsal, Korea juga masih punya kuliner khas berbahan dasar organ dalam hewan seperti sapi, domba, dan babi yang menjadi favorit masyarakat lokal maupun bukan.

Gopchang memiliki perbedaan dengan samgyeopsal yang terletak pada teksturnya di mana daging yang dipilih untuk hidangan ini mempunyai tekstur yang sangat kenyal dan rasanya juga berbeda dari samgyeopsal.

Untuk penyajiannya, gopchang juga kerap disantap tanpa bumbu. Meskipun tidak menggunakan bumbu, gopchang tetap menawarkan cita rasa lezat di setiap lidah yang mencobanya.

Jika kamu ingin menjajal makanan khas Korea ini, kamu bisa menemukannya di Seoul. Salah satu restoran khusus yang menyajikan gopchang adalah Wangsimni Gopchang Alley yang lokasinya berada di daerah Wangsimin Wangsimni.

Agujjim

Agujjim atau agwijjim adalah masakan korea yang dibuat dengan cara dikukus.

Agujjim menyajikan ikan yang dikombinasikan dengan tauge kacang soya, mideodeok, dan minari sehingga menghadirkan cita rasa yang menyegarkan dan wangi.

Bumbu yang biasa dipakai untuk agujjim terbuat serbuk cabai pedas, doenjang, bawang putih cincang, daun bawang cincang, dan ganjang.

Menurut cerita yang beredar, agujjim pertama kali hadir di bandar Masam, Gyeongsang Selatan di mana para nelayan setempat biasanya meminta juru masak dari kedai-kedai makan di pasar untuk membuat hidangan lezat dari ikan yang para nelayan tersebut diberikan.

Lihat juga makanan khas bali

Ikan yang dipilih pun adalah jenis ikan yang sering dibuat dan tidak bernilai tinggi. Setelah diolah sedemikian rupa oleh para koki, jadilah hidangan bernama agujjim yang hingga kini terkenal sebagai makanan tradisonal khas Masan.

Kuliner yang dimiliki oleh Korea memang beragam, ada yang dimasak dengan cara tradisional hingga modern.

Bahkan, ada juga makanan khas Korea yang dibedakan ke dalam beberapa segmen, seperti kuliner istana hingga kuliner khas daerah yang berpadu dengan masakan modern.

Dari sekian banyak hidangan nikmat yang dimiliki oleh Korea, manakah yang menjadi favorit kamu?

Dari sekian banyak orang yang pernah berkunjung ke Korea, mereka mengaku kalau kimchi dan bulgogi menjadi hidangan pertama yang wajib dicoba setelah tiba di Negeri Ginseng tersebut.



Tags: makanan korea, makanan khas korea, makanan korea berkuah, masakan korea, makanan khas korea selatan, daftar makanan korea, Senarai sayuran di korea, nama makanan korea

Itulah tadi informasi dari agen poker online mengenai Makanan Khas Korea oleh - susukotakultra.xyz dan sekianlah artikel dari kami susukotakultra.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2017 susukotakultra - Membahas tentang Minuman Sehat All Right Reserved